oleh

Guys, Begini Cara Hilangkan Jerawat Batu Tanpa Bekas

PortalMadura.Com – Jerawat merupakan salah satu permasalahan kulit yang sangat mengganggu terutama di wajah. Hampir semua orang pasti pernah mengalami keadaan ini. Jerawat sendiri merupakan suatu keadaan di mana pori-pori kulit khususnya di wajah tersumbat oleh sel-sel kulit mati. Terkadang, bakteri juga ikut tersebak di dalamnya dan membuat area tersebut menjadi merah dan bengkak, sehingga dapat menimbulkan kantung nanah yang meradang.

Ada beberapa jenis jerawat, salah satunya yakni jerawat kistik atau yang lebih dikenal dengan jerawat batu. Jerawat ini bisa timbul saat infeksi telah masuk jauh ke dalam wajah dan membentuk benjolan yang berisi nanah. Jerawat batu tidak hanya muncul pada area wajah saja, tetapi juga bisa muncul pada dada, pundak, punggung, atau lengan atas.

Loading...

Penyebab Jerawat Batu

Cara Menghilangkan jerawat batu tanpa bekas
Ilustraasi (Source: Internet)

Sebenarnya tidak ada penyebab pasti kenapa Anda memiliki jerawat batu, namun hormon androgen bisa ditunjuk sebagai pemicunya. Hormon androgen yang meningkat bisa menyebabkan perubahan pada kulit yang dapat mengakibatkan tersumbatnya pori-pori dan jerawat.

Biasanya, yang memiliki hormon androgen tinggi adalah kaum remaja dan wanita yang sedang mengalami siklus menstruasi, menopause, kehamilan, atau yang menderita sindrom ovarium polikistik. Namun, hal tersebut bukan berarti kaum remaja saja yang bisa mengidap jerawat batu. Anak-anak berusia 8 tahun atau orang tua berusia paruh baya pun bisa memilikinya.

Kondisi ini juga termasuk ‘warisan’ yang diberikan orang tua kepada Anda. Jika salah satu orang tua Anda pernah menderita jerawat batu yang parah, maka Anda juga bisa mengalaminya.

Penanganan Jerawat Batu
Jerawat batu tidak bisa disembuhkan secara tuntas hanya dengan memakai obat jerawat yang dijual bebas di pasaran. Jika Anda memiliki jerawat batu, maka Anda harus mendapat bantuan dari tenaga ahli, yaitu dokter kulit atau ahli dermatologis. Berikut ini adalah obat-obatan yang bisa menyingkirkan jerawat batu dari wajah Anda serta berguna untuk menghindari munculnya jaringan parut bekas jerawat di kulit:

Antibiotik
Selain bisa membantu mengontrol bakteri, antibiotik juga bisa meringankan peradangan pada jerawat batu Anda. Namun terkadang, ada pula jerawat yang kebal terhadap antibiotik. Pada umumnya, antibiotik diberikan dalam bentuk tablet, dengan jenis dan dosis berdasarkan usia, tipe jerawat, dan kondisi jerawat. Pemberian antibiotik dapat dikombinasikan juga dengan obat-obatan lain, misalnya obat oles yang mengandung benzoyl peroxide

Asam salisilat dan asam azelaic
Obat asam salisilat dan asam azelaic memiliki sifat antibakteri yang akan mencegah terjadinya penyumbatan pada folikel rambut yang bisa memicu jerawat.

Dapsone
Obat ini diberikan untuk kasus jerawat yang meradang, biasanya pada perempuan dewasa.

Isotretinoin
Kebanyakan orang berhasil menyingkirkan jerawat batu di kulit mereka secara permanen dan tuntas dengan obat ini. Isotretinoin berfungsi menekan produksi kelenjar minyak di kulit dan mengurangi peradangan. Namun, obat ini juga berisiko menimbulkan beberapa efek samping yang serius. Maka dari itu, sebaiknya konsultasikan pada dokter kulit terlebih dahulu untuk penggunaannya.

Pil Kontrasepsi
Beberapa jenis pil kontrasepsi juga dapat digunakan sebagai terapi jerawat pada perempuan. Namun, penggunaan ini hendaknya tetap dibarengi dengan obat jerawat lainnya melalui konsultasi dokter.

Spironolactone
Spironolactone bekerja dengan cara menghambat produksi hormon androgen pada kelenjar minyak di kulit Anda. Obat ini biasanya diberikan pada remaja perempuan jika antibiotik oral tidak mendatangkan hasil.

Obat oles mengandung retinoid
Dokter biasanya akan memberikan obat-obatan jenis krim, gel, atau salep yang mengandung retinoid (vitamin A) untuk mengobati jerawat. Obat oles ini dapat mengatasi pori-pori yang tersumbat sekaligus mendukung obat antibiotik untuk dapat bekerja secara maksimal.

Selain obat-obatan, terdapat juga beberapa jenis terapi yang direkomendasikan untuk pemilik jerawat batu, seperti:

Pengeluaran komedo hitam maupun putih dengan alat khusus. Namun, terapi ini memiliki risiko terbentuknya jaringan parut pada kulit.

Pengelupasan kulit (peeling) dengan bahan kimia, seperti asam salisilat. Umumnya terapi ini dilakukan hingga beberapa kali demi mendapatkan hasil yang diinginkan.

Suntikan kortikosteroid langsung ke jerawat untuk mengurangi peradangan serta mengurangi rasa sakitnya.

Terapi laser dan fotodinamik. Terapi sinar laser yang dilakukan untuk menangani jerawat batu mulai menunjukkan hasil baik. Namun penelitian lebih lanjut masih tetap diperlukan untuk memastikan dosis, metode, dan jenis sinar laser yang aman bagi kulit dan tubuh pasien.

Hilangkan dan Cegah Jerawat Batu dengan Gaya Hidup Ini
Untuk menyingkirkan jerawat batu, mengonsumsi obat-obatan saja tidaklah cukup, namun membuat perubahan atau menjaga gaya hidup sehat dan higienis juga sangat penting untuk lakukan Mengonsumsi obat-obatan untuk jerawat saja tidak cukup untuk menyingkirkan jerawat batu dan mencegahnya muncul kembali. Berikut langkah-langkah gaya hidup sehat yang bisa Anda lakukan agar jerawat tidak datang kembali.

Luangkan Waktu
luangkan waktu untuk bersantai dan menenangkan pikiran, karena stres bisa memicu produksi hormon yang bisa memperparah jerawat batu.

Tidur yang Cukup
Tidur yang cukup sangatlah penting untuk dilakukan, karena untuk mengistirahatkan kulit setelah beraktivitas seharian. Karena tidak hanya tubuh yang butuh istirahat, tetapi kulit juga.

Berolahraga
Selain langkah agar tubuh semakin sehat, berolahraga juga bisa membantu untuk mencegah jerawat batu datang kembali. Tapi jangan lupa, bersihkan kulit setelah berolahraga.

Jaga Kebersihan Tangan
Tangan merupakan salah satu bagian tubuh yang sering menyentuh bagian wajah. Sehingga tangan kotor penuh kuman bisa memperparah jerawat batu.

Kurangi Kebiasaan Buruk Memencet Jerawat

Cara Menghilangkan jerawat batu tanpa bekas
Ilustraasi (Source: Internet)

Cuci wajah Anda dua kali sehari. Gunakan sabun yang lembut dan usap wajah dengan perlahan, lalu bilas dengan air hangat. Tidak hanya itu, rajin mandi khususnya setelah beraktivitas seharian akan turut menjaga kebersihan kulit dari minyak dan keringat yang bisa memicu munculnya jerawat.

Gunakan tabir surya untuk melindungi kulit wajah dari sinar matahari yang bisa memperburuk kulit berjerawat.

Pilihlah produk untuk kulit berjerawat yang mengandung benzoyl peroxide, asam salisilat (salicylic acid), asam glycolic atau alpha hydroxyl acid yang mampu mengurangi kelebihan minyak di permukaan kulit.

Hindari mengaplikasikan wajah dengan facial scrub, masker, astringen, atau produk yang mengandung minyak. Produk-produk tersebut bisa memperparah jerawat Anda.

Ketika memiliki jerawat, Anda pasti ingin menyentuh atau memencetnya. Kebiasaan ini justru bisa menyebabkan infeksi atau luka, terlebih jika kondisi tangan Anda kotor.

Perhatikan apa saja yang sering bersentuhan dengan wajah Anda, seperti rambut, ponsel, kerudung, helm, topi, atau handuk. Pastikan kebersihan benda-benda tersebut.

Jika Anda memiliki jerawat batu, jangan didiamkan begitu saja. Periksakan ke dokter agar Anda segera mendapatkan penanganan medis yang tepat. Hindari menanganinya sendiri di rumah.

Lebih cepat tau, maka lebih cepat untuk mencegah atau mengobati. Semoga bermanfaat (alodokter.com/Nanik)