oleh

Ini 5 Cara Mengajarkan Anak Bekerja Sama

PortalMadura.Com – Kerjasama merupakan salah satu kemampuan sosial yang dibutuhkan anak sepanjang hidupnya? Sikap kerjasama perlu ditanamkan sejak dini, agar kelak anak tidak tumbuh sebagai pribadi yang egois.

Dengan mengajarkan sikap kerjasama, anak dapat memahami konsep bersosialisasi, yakni bahwa dia membutuhkan orang lain untuk menyelesaikan atau memecahkan suatu masalah. Namun, mengajarkan sikap kerjasama pada anak tentunya tidak mudah.

Untuk membantu anak bisa bekerja sama, orang tua perlu ikut aktif membimbingnya. Saat anak berusia enam bulan, kita sudah bisa membimbingnya untuk bekerja sama. Melansir dari fimela.com dikutip oleh laman zerotothree.org, ada beberapa cara yang bisa dicoba untuk mengajarkan anak bekerja sama. Berikut ini beberapa cara yang bisa dicoba dalam mengajarkan anak bekerja sama.

Latihan Bergiliran
Anak usia 6-9 bulan sudah bisa diajak untuk melakukan interaksi bergiliran, bahkan anak juga mulai belajar untuk meniru. Ini waktu terbaik untuk melatih anak bergiliran. Misalnya, saat bermain, kita bisa mengajak anak bergiliran memasukkan mainan ke dalam tempatnya satu per satu. Pengalaman semacam ini dapat membantu anak merasakan kebahagiaan bisa menyelesaikan sesuatu sebagai satu tim.

Beri Alasan atas Setiap Permintaan dan Batasan
Ketika berusia tiga tahun, sebagian besar anak sudah menggunakan dan memahami bahasa dengan baik. Saat menjelaskan aturan, batasan, atau larangan kita perlu memberi alasan.

Melibatkan Anak dalam Pekerjaan Rumah
Izinkan anak tumbuh dengan merasakan keuntungan bekerja sama. Libatkan anak dalam pekerjaan rumah tangga yang ringan. Sebagai contoh, meminta anak untuk membantu menyapu lantai sementara kita membersihkan kaca jendela.

Baca Juga: Pemkab Sumenep akan Rehab Stadion A Yani

Sehingga ketika rumah sudah tampak bersih, kita bisa berterima kasih pada anak dan membiarkan anak merasakan kebahagiaan dan kepuasaan bisa melakukan sesuatu bersama-sama.

Beri Pujian Spesifik
Beri pujian pada “kontribusi” yang diberikan anak. Contohnya, “Terima kasih sudah membantu Ibu memasukkan semua baju kotor di bak cuci. Ibu jadi lebih cepat mencucinya. Sekarang kita punya lebih banyak waktu untuk bermain.” Pujian yang spesifik seperti itu membantu anak mengenali kemampuan dan keahliannya dengan baik.

Memberi Anak Pilihan dengan Tetap Mematuhi Aturan
“Sebelum tidur harus gosok gigi dulu. Ayo mau gosok gigi sekarang atau nanti setelah baca buku?” Mungkin anak akan menunda gosok gigi dan memilih untuk gosok gigi setelah baca buku.

Tapi setidaknya anak tak langsung protes atau menolak ketika disuruh. Memberi pilihan pada anak akan membantu anak merasa dihargai. Perasaan dihargai ini pun kemudian akan membantu mereka untuk mau diajak kerja sama.

Itulah beberapa cara agar bisa dicoba untuk mengajarkan anak bekerja sama. Semoga infonya bermanfaat, ya.

Rewriter : Nurul Hijriyah
Sumber : fimela.com
Tirto.ID
Loading...

Komentar