oleh

Kenali 3 Jenis Sakit Kepala yang Bisa Muncul Setelah Menangis

PortalMadura.Com – Pada umumnya, mata memerah, hidung berair, dan bengkak di sekitar mata muncul ketika seseorang menangis secara intens. Akan tetapi, ada beberapa individu yang juga mengalami sakit kepala usai menangis. Mengapa bisa begitu?.

Perlu diketahui, bahwa menangis merupakan respons alami tubuh terhadap perasaan atau emosi tertentu yang melelahkan mental dan fisik. Para pakar pun mencoba memahami keterkaitan antara menangis dan sakit kepala. Pasalnya, kedua hal tersebut berkaitan dengan respons tubuh akibat adanya perubahan emosional yang timbul.

Selain itu, menurut teori yang ada, menangis dapat memicu timbulnya stres yang membuat tubuh melepaskan hormon kortisol. Senyawa tersebut menstimulasi zat kimia yang mengantarkan sinyal atau pesan ke otak (neurotransmitter) dan menimbulkan reaksi fisik seperti menangis, sakit kepala, dan hidung berair. Saat kondisi-kondisi ini terjadi, sakit kepala adalah salah satu kondisi yang bisa ikut terpicu.

Baca Juga: Sakit Kepala Usai Menangis, Ketahui Penyebabnya

Bahkan, menangis dapat memicu tiga jenis sakit kepala, yakni sakit kepala tipe tension, sakit kepala sinus, dan sakit kepala sebelah alias migrain.

Berikut ini penjelasannya:

Sakit Kepala Tension
Ini adalah jenis sakit kepala yang paling sering terjadi setelah menangis. Pasalnya, menangis itu sendiri dapat membuat otot yang terdapat di kepala lebih kencang, sehingga memicu rasa nyeri dan ketidaknyamanan di leher maupun punggung.

Loading...

Sakit Kepala Sinus
Saat menangis, air mata akan dikeluarkan. Produksi air mata saat menangis ternyata juga dapat masuk ke dalam rongga sinus. Hal ini menjelaskan mengapa seseorang mengalami keluhan pilek pada saat menangis, yaitu karena sebagian air mata masuk ke dalam rongga hidung.

Penumpukan air mata dan lendir dapat menyebabkan tekanan, yang kemudian mengakibatkan terjadinya sakit kepala sinus. Sebagai tambahan, keluhan lain yang dapat timbul adalah hidung tersumbat, rasa nyeri di sekitar hidung, rahang, dahi dan pipi, nyeri tenggorokan, batuk, serta keluarnya lendir dari hidung.

Sakit Kepala Sebelah atau Migrain
Stres yang “dikeluarkan” oleh tubuh pada saat menangis juga dapat memicu timbulnya sakit kepala sebelah atau migrain, terutama pada orang yang memiliki kecenderungan untuk mengalami keluhan tersebut.

Sakit kepala sebelah atau migrain yang terjadi setelah menangis umumnya sangat hebat dan mengganggu. Pasalnya, orang yang mengalami kondisi ini biasanya juga akan merasakan keluhan mual, muntah, dan sensitivitas terhadap cahaya maupun suara.

Sebenarnya, ada beberapa cara yang bisa Anda coba untuk meredakan sakit kepala setelah menangis, di antaranya:

1. Berbaring di ruangan yang tenang dan gelap dengan mata tertutup.

2. Menggunakan heat pack atau cold pack pada bagian leher, mata, atau dahi.

3. Memijat bagian leher atau punggung untuk membantu meredakan tekanan otot.

Apabila kondisi sakit kepala setelah menangis tidak kunjung reda atau cenderung menetap, sebaiknya segera konsultasikan hal ini dengan dokter. Hal ini dilakukan untuk mengevaluasi kondisi yang Anda alami lebih lanjut guna menentukan penyebab serta penanganan yang paling tepat.


Rewriter : Salimah
Sumber : liputan6.com

Komentar