oleh

Kenali 5 Kerugian yang Disebar Hacker Lewat WhatsApp, Nomor 3 Paling Berbahaya

PortalMadura.Com – Saat ini hacker sudah mulai memanfaatkan WhatsApp untuk menyebarkan malware atau virus yang sangat berbahaya. Sehingga, hal ini tentu otomatis melahirkan masalah baru. Pasalnya, banyak orang yang mungkin masih belum sadar akan bahaya malware.

Maka dari itu, sebelum Anda terkena kerugian akibat virus tersebut, ada beberapa hal yang perlu Anda ketahui dari bahaya yang disebar hacker melalui WhatsApp. Apa saja?.

Berikut lima virus atau malware berbahaya yang disebarkan lewat WhatsApp:

WhatsApp Gold
Seperti yang Anda tahu, WhatsApp memiliki ikon berwarna hijau. Pernahkah Anda berpikir ingin memiliki WhatsApp dengan ikon berwarna emas?. Nah, para hacker berusaha menyebarkan virus berbahaya lewat ajakan mengunduh WhatsApp Gold.

Pengguna akan mendapatkan pesan ajakan beserta link untuk mengunduh WhatsApp Gold yang disebut-sebut hanya dipakai oleh kalangan selebritas dan memiliki sejumlah fitur yang tidak bisa ditemui di WhatsApp biasa. Ketika pengguna terjebak dan mengakses link yang diberikan, maka saat itulah smartphone akan terjangkit malware serta serangan siber yang berujung pada pencurian data pribadi.

Skygofree
Skygofree adalah malware berbahaya yang dapat meretas dan mengintip pesan WhatsApp serta mengambil foto menggunakan kamera smartphone tanpa diketahui pengguna.

Tidak berhenti di situ, malware ini juga mampu melacak lokasi dan rekaman audio pengguna serta menyusup ke histori sehingga berkemungkinan membobol password hingga hal-hal penting lainnya. Lewat serangan ini, hacker bisa mengetahui segala aktivitas yang dilakukan pengguna dengan smartphone.

Tentunya, Skygofree sangat berbahaya apalagi jika pengguna mengakses internet banking, maka besar kemungkinan hacker dapat mencuri semua isi rekening pengguna.

Loading...

Pesan Organisasi
Jika kalian menerima pesan berantai dari teman atau kontak di WhatsApp yang disertai dengan perintah membuka link tertentu, maka sebaiknya abaikan atau hapus saja pesan tersebut. Perlu diketahui, ada sebuah malware disebarkan hacker lewat pesan berantai dengan mengatasnamakan organisasi-organisasi tertentu yang sekiranya berpengaruh bagi pengguna.

Jika pengguna membuka tautan yang dikirim bersama pesan tersebut, maka pencurian informasi milik pengguna yang tersimpan di dalam ponsel akan terjadi. Biasanya, malware ini dibuat mirip seperti format Microsoft Excel, Microsoft Word, dan PDF.

Warna Baru di WhatsApp
Malware yang satu ini disebarkan melalui pesan WhatsApp yang menjanjikan fitur dan warna baru WhatsApp bagi para penggunanya. Untuk dapat mengaktifkan fitur tersebut, pengguna harus mengirimkan kembali pesan yang didapat tersebut ke 10 kontak atau 5 grup WhatsApp.

Tentu saja, hal ini hanya modus hacker karena ketika pengguna melakukan apa yang diperintahkan, maka secara otomatis di smartphone-nya akan terpasang berbagai aplikasi dan munculnya notifikasi palsu bahwa smartphone sedang dalam kondisi bahaya. Dari sini pula, smartphone Anda akan dipenuhi oleh iklan-iklan yang ketika diklik, maka para hacker tersebut akan mendapatkan keuntungan finansial sementara smartphone pengguna dalam bahaya.

WhatsApp Video Calling
Fitur video calling WhatsApp sempat digunakan para hacker untuk menyebarkan virus dengan tujuan mencuri data atau kontak pengguna. Melalui fitur ini, hacker menyebarkan pesan palsu untuk mencoba layanan baru WhatsApp dan melampirkan tautan untuk mengunduh fitur tersebut.

Setelah fitur ter-install, akan muncul halaman seperti survei online yang meminta pengguna mengisi data-data yang diminta. Dari sinilah pencurian data pribadi pengguna terjadi. Hacker akan memanfaatkan data-data tersebut untuk kemudian disalahgunakan. Bahayanya lagi, jika pengguna juga memasukkan data rekening bank ke halaman tersebut, maka pencurian saldo rekening tidak dapat lagi dihindari.

Selain lima hal di atas, bila ada nomor mencurigakan di WhatsApp, lebih baik langsung blokir saja, karena dikhawatirkan oknum tersebut memiliki niat tidak baik. (liputan6.com/Salimah)



whatsapp share top ten article
Loading...
Loading...

Komentar