oleh

3 Kesalahan yang Perlu Diketahui Tentang Korban Bullying

PortalMadura.ComBullying atau perundungan pada dasarnya adalah perilaku agresif yang dilakukan dengan sengaja oleh seseorang yang memiliki kekuatan lebih besar daripada korban. Perilaku bullying bisa berupa tindakan fisik maupun verbal yang dilakukan secara berulang-ulang.

Setiap orang tidak pantas diperlakukan seperti itu. Dilansir dari laman Fimela.Com, Senin (19/10/2020) berikut kesalahan yang dipercayai orang tentang korban bullying.

Semua Korban Menjadi Lemah

Setiap orang yang menjadi korban bullying rentan dan tidak tegas. Semua anak bersiko diintimidasi terlepas dari siapa mereka. Bahkan anak-anak yang populer juga bisa diintimidasi. Terlebih lagi, anak-anak dapat diintimidasi karena mereka adalah siswa yang berbakat, berkebutuhan khusus, atau lainnya.

Ketika orang menganggap semua korban bullying lemah, hal ini justru memperburuk rasa malu yang dirasakan anak-anak ketika mereka di-bully. Hal ini juga meningkatkan kemungkinan bahwa mereka tidak akan memberi tahu orang dewasa saat mereka di-bully.

Korban Bullying Bereaksi Secara Berlebihan

Orang dewasa kebanyakan tidak memahami betapa menyakitkan penindasan itu. Hal ini sering disebut sebagai empati gap. Banyak orang dewasa percaya bahwa intimidasi akan membangun karakter pada anak-anak.

Tetapi penelitian telah menunjukkan bahwa penindasan dapat memiliki konsekuensi serius. Faktanya, sejumlah masalah telah dikaitkan dengan intimidasi termasuk depresi, gangguan makan, pikiran untuk bunuh diri, menyakiti diri sendiri dan gangguan stres.

Akan Membalas Apa yang Mereka Alami

Ada sebagian orang tua mengajarkan anak-anak mereka cara melawan. Meskipun penting bagi anak-anak untuk membela diri dari penindasan, bukan ide yang baik untuk mendorong mereka membalas atau membalas dendam.

Selain fakta bahwa melawan balik biasanya hanya memperparah masalah, penelitian telah menunjukkan bahwa korban bully mengalami konsekuensi paling parah. Terlebih lagi, mereka cenderung dijauhi oleh rekan-rekan mereka.

Rewriter : Oktaviana Dwi K.K
Sumber : Fimela.Com

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.