oleh

Pemerintah Jamin Ketersediaan Pasokan Pangan Selama Ramadan

PortalMadura.Com, Jakarta – Pemerintah memastikan pasokan bahan makanan selama Ramadan tetap aman meskipun terjadi peningkatan permintaan 10 hingga 20 persen dari hari lainnya.

Deputi Bidang Koordinasi Pangan dan Pertanian Kementerian Koordinator Perekonomian Musdalifah Mahmud meminta Masyarakat tidak perlu melakukan pembelian secara berlebihan karena bisa memicu kelangkaan.

“Kita telah berkoordinasi dengan berbagai direktorat jenderal di berbagai Kementerian terkait pangan untuk memastikan pasokan tersedia,” jelas Musdalifah dalam diskusi di Jakarta, Senin.

Dia mengatakan koordinasi tersebut juga untuk memastikan proses distribusi bahan pangan ke berbagai daerah berjalan lancar.

Musdalifah juga mengatakan telah berkoordinasi dengan Perum Bulog untuk memastikan ketersediaan pasokan pangan.

Direktur Pengadaan Perum Bulog Bachtiar mengatakan cadangan beras yang saat ini dimiliki Bulog mencapai 2,1 juta ton dengan penyerapan beras petani yang dilakukan Bulog rata-rata 10 ribu ton.

Pada periode April-Mei, Bulog telah menyerap beras petani di atas 400 ribu ton.

“Saat ini kami juga terus menyerap beras di level petani dan ketersediaan beras di pasar juga mencukupi,” jelas dia.

Bactiar mengatakan beras Bulog yang berasal dari impor beberapa waktu lalu saat ini masih utuh dan berfungsi hanya sebagai cadangan saja.

Beras yang digunakan untuk mendukung operasional sehari-hari adalah beras yang berasal dari pengadaan dalam Negeri. dilaporkan Anadolu Agency, Selasa (14/5/2019).

“Selain beras, kita juga mengadakan bahan pokok lainnya seperti ketersediaan minyak, gula, bawang, cabai, daging, termasuk jagung,” lanjut dia.

Dia menegaskan Bulog bersama instansi lainnya juga turun ke pasar untuk memantau situasi bahan pangan di lapangan.

Sementara itu, Sekretaris Jenderal Kementerian Perdagangan Karyanto Suprih mengatakan telah memperkuat penatalaksanaan distribusi bahan pangan ke seluruh daerah pada hari besar keagamaan.

Karyanto juga mengatakan untuk menjaga agar harga bahan pangan terkendali, pemerintah telah membuat harga acuat berupa harga eceran tertinggi pada beras, gula pasir, dan minyak goreng curah.

“Kalau harga tidak ada batasan, ya batasannya langit (sangat mahal),” tambah dia.


Sumber : Anadolu Agency
Sumber : Anadolu Agency

Komentar