<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" >

<channel>
	<title>Bank Asing &#8211; PortalMadura.com</title>
	<atom:link href="https://portalmadura.com/tag/bank-asing/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://portalmadura.com</link>
	<description>Situs Berita Madura Terkini</description>
	<lastBuildDate>Sat, 04 Jul 2026 15:12:37 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=7.0</generator>

<image>
	<url>https://portalmadura.com/wp-content/uploads/2024/10/cropped-Logo-PortalMadura-1-32x32.webp</url>
	<title>Bank Asing &#8211; PortalMadura.com</title>
	<link>https://portalmadura.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Terkuak! Penjelasan Bank Asing di Balik Isu Penarikan Dana Triliunan dari Indonesia</title>
		<link>https://portalmadura.com/terkuak-penjelasan-bank-asing-di-balik-isu-penarikan-dana-triliunan-dari-indonesia-340429/</link>
					<comments>https://portalmadura.com/terkuak-penjelasan-bank-asing-di-balik-isu-penarikan-dana-triliunan-dari-indonesia-340429/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[PortalMadura.com]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 04 Jul 2026 15:12:37 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Ekonomi]]></category>
		<category><![CDATA[Bank Asing]]></category>
		<category><![CDATA[Citigroup]]></category>
		<category><![CDATA[ekonomi indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[HSBC]]></category>
		<category><![CDATA[Investasi Indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[Penarikan Dana]]></category>
		<category><![CDATA[Standard Chartered]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://portalmadura.com/?p=340429</guid>

					<description><![CDATA[<p><a rel="nofollow" href="https://portalmadura.com/terkuak-penjelasan-bank-asing-di-balik-isu-penarikan-dana-triliunan-dari-indonesia-340429/">Terkuak! Penjelasan Bank Asing di Balik Isu Penarikan Dana Triliunan dari Indonesia</a></p>
<p>PortalMadura.com &#8211; Kabar mengenai penarikan dana besar-besaran oleh tiga bank asing raksasa dari Indonesia dalam...</p>
<p><a rel="nofollow" href="https://portalmadura.com">PortalMadura.com - Situs Berita Madura Terkini</a></p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><a rel="nofollow" href="https://portalmadura.com/terkuak-penjelasan-bank-asing-di-balik-isu-penarikan-dana-triliunan-dari-indonesia-340429/">Terkuak! Penjelasan Bank Asing di Balik Isu Penarikan Dana Triliunan dari Indonesia</a></p>
<p><strong><a href="https://portalmadura.com/">PortalMadura.com</a></strong> &#8211; Kabar mengenai penarikan dana besar-besaran oleh tiga bank asing raksasa dari Indonesia dalam dua tahun terakhir tengah menjadi perbincangan hangat.</p>
<p>Citigroup Inc., Standard Chartered Plc., dan HSBC Holdings Plc. dilaporkan telah merepatriasi laba senilai total Rp11,5 triliun (sekitar US$640 juta) sejak tahun 2024.</p>
<p>Angka ini bahkan disebut sedikit melebihi total akumulasi laba gabungan mereka pada periode yang sama.</p>
<p>Laporan ini pertama kali dihembuskan oleh media asing Bloomberg pada 29 Juni lalu, memicu berbagai spekulasi mengenai stabilitas investasi di Tanah Air.</p>
<p>Meski demikian, pihak bank asing yang bersangkutan memberikan klarifikasi atas isu penarikan dana ini.</p>
<p>Penjelasan yang muncul menyoroti adaptasi strategi bisnis global dan kondisi ekonomi regional, meskipun beberapa sumber mengaitkannya dengan kekhawatiran atas arah kebijakan ekonomi domestik.</p>
<h2>Mengapa Dana Rp11,5 Triliun Ditarik? Ini Penjelasannya</h2>
<p>Laporan Bloomberg, khususnya artikel oleh Harry Suhartono berjudul “Prabowo risks prompt global banks to pull cash out of Indonesia”, mengindikasikan bahwa sebagian bank asing mulai membatasi eksposur mereka terhadap Indonesia.</p>
<p>Hal ini disebut-sebut karena kekhawatiran terhadap arah kebijakan ekonomi negara yang dinilai merusak kepercayaan investor asing.</p>
<p>Selain itu, gejolak pasar yang sempat menekan nilai tukar <a href="https://portalmadura.com/tag/rupiah/">Rupiah</a> dan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada awal pemerintahan Presiden Prabowo juga turut memperkuat sentimen ini.</p>
<p>Beberapa poin kunci yang diungkapkan laporan dan analisis dari berbagai sumber antara lain:</p>
<ul>
<li>**Peningkatan Peran Negara:** Pemerintah memperluas peran Danantara sebagai pengelola investasi negara yang mengawasi ratusan BUMN dengan total aset sekitar US$900 miliar. Ini menimbulkan perhatian di kalangan pelaku industri.</li>
<li>**Tekanan Pembiayaan Program Pemerintah:** Laporan juga menyebutkan adanya diskusi di lingkungan pemerintah tentang potensi perluasan peran sektor perbankan dalam membiayai program prioritas nasional, seperti program Makan Bergizi Gratis dan Koperasi Desa Merah Putih. Meskipun OJK telah menegaskan bahwa keputusan kredit tetap berdasarkan pertimbangan bisnis bank, isu ini menjadi perhatian investor asing terkait manajemen risiko jangka panjang.</li>
<li>**Repatriasi Laba yang Lebih Besar:** Pola distribusi laba terlihat berubah tajam dibandingkan periode sebelum 2024. Sebelumnya, bank-bank seperti Citigroup rata-rata hanya mengirimkan 84% laba ke perusahaan induk, sedangkan Standard Chartered 48%, dan HSBC 87% antara tahun 2020-2023. Kini, proporsi laba yang dikirim keluar lebih besar, bahkan sebagian dari laba ditahan tahun-tahun sebelumnya.</li>
</ul>
<h2>Klarifikasi dari Bank-Bank Asing Terkait</h2>
<p>Menanggapi isu penarikan dana ini, beberapa bank asing memberikan penjelasan yang menenangkan pasar dan investor:</p>
<h3>HSBC Indonesia: Adaptasi Peta Perdagangan Asia</h3>
<p>Perwakilan HSBC Indonesia menjelaskan bahwa penarikan dana ini sejalan dengan kawasan Asia yang sedang menyesuaikan kembali peta perdagangan dan rantai pasoknya.</p>
<p>Mereka melihat Indonesia memiliki skala dan momentum yang tepat untuk fase pertumbuhan Asia berikutnya.</p>
<p>“Indonesia membawa skala dan momentum bagi fase pertumbuhan Asia berikutnya.</p>
<p>Seiring kawasan menyesuaikan kembali peta perdagangan dan rantai pasoknya, HSBC berada pada posisi yang unik untuk menghubungkan ambisi industrial Indonesia dengan modal global.</p>
<p>Kami akan terus memprioritaskan fokus pada peluang pertumbuhan ini,” kata perwakilan HSBC Indonesia kepada CNBC Indonesia pada Rabu, 1 Juli 2026.</p>
<p>Secara finansial, pada tahun 2025, PT Bank HSBC Indonesia mendistribusikan dividen tunai senilai sekitar Rp2,95 triliun, yang terdiri atas dividen tunai tahunan Rp1,32 triliun dan dividen tunai khusus Rp1,64 triliun.</p>
<p>Dividen khusus ini disebut berasal dari laba ditahan, sementara dividen tahunan merupakan penggunaan saldo laba tahun 2024.</p>
<h3>Standard Chartered Indonesia: Komitmen Penuh Tak Berubah</h3>
<p>Standard Chartered Indonesia menegaskan komitmen penuhnya terhadap Indonesia dan menyatakan tidak ada perubahan atas komitmen tersebut.</p>
<p>Mereka terus mendukung pembangunan ekonomi Indonesia melalui berbagai peran strategis, termasuk sebagai penasihat peringkat kedaulatan bagi Republik Indonesia dan mobilisasi pendanaan untuk Pemerintah Indonesia serta entitas strategis nasional.</p>
<p>“Standard Chartered tetap berkomitmen penuh terhadap Indonesia dan tidak ada perubahan atas komitmen tersebut.</p>
<p>Kami terus mendukung pembangunan ekonomi Indonesia,” kata Puni dari Standard Chartered kepada CNBC Indonesia, Rabu (1/7/2026).</p>
<p>Laporan tahunan Standard Chartered Indonesia mencatatkan pemindahan laba sebesar Rp388 miliar ke kantor pusat pada tahun 2025.</p>
<h3>Citi Indonesia: Fokus pada Restrukturisasi Bisnis</h3>
<p>Sementara itu, CEO Citi Indonesia sekaligus Chairman Perhimpunan Bank-Bank Internasional Indonesia (Perbina), Batara Sianturi, tidak segera menjawab pertanyaan mengenai isu ini.</p>
<p>Perwakilan dari Citi Indonesia juga menolak untuk berkomentar.</p>
<p>Namun, laporan keuangan tahunan 2025 Citi Indonesia mencatatkan remitansi laba sebesar Rp2,44 triliun.</p>
<p>Bank asal Amerika Serikat ini juga membukukan <em>unremitted profit</em> sebesar Rp10,17 triliun.</p>
<p>Perlu dicatat bahwa Citigroup telah mengumumkan penjualan bisnis perbankan ritelnya di Indonesia (kepada UOB pada tahun 2022) dan tiga pasar Asia Tenggara lainnya sebagai bagian dari restrukturisasi bisnis global mereka.</p>
<p>Demikian pula Standard Chartered melepas portofolio pinjaman ritelnya kepada PT Bank Danamon Indonesia pada tahun 2023.</p>
<p>HSBC juga dalam proses divestasi bisnis ritel dan <em>wealth management</em>-nya.</p>
<p>Hal ini menunjukkan bahwa tren penarikan laba ini juga merupakan kelanjutan dari strategi restrukturisasi global, bukan semata-mata karena kondisi ekonomi Indonesia saat ini.</p>
<h2>Dampak dan Apa yang Perlu Diperhatikan</h2>
<p>Fenomena ini secara umum dianggap sebagai <em>profit repatriation</em>, yaitu keuntungan yang diperoleh di Indonesia dikirim kembali ke perusahaan induk di luar negeri, yang merupakan praktik lazim perusahaan multinasional.</p>
<p>Namun, proporsi laba yang dikirim keluar yang lebih besar dari biasanya menjadi perhatian.</p>
<p>Meskipun repatriasi laba tidak berarti bank asing akan keluar dari Indonesia, namun hal ini mencerminkan perubahan strategi bisnis dan pengelolaan modal mereka.</p>
<p>Dampak utamanya lebih terasa pada sentimen pasar, nilai tukar rupiah, dan arus modal dibandingkan kondisi perbankan secara langsung.</p>
<p>Pada 30 Juni 2026, investor asing mencatat penjualan bersih (net foreign sell) senilai Rp1,20 triliun, didominasi oleh saham perbankan seperti BBCA, BBRI, dan BMRI, yang berkontribusi pada pelemahan IHSG sebesar 3,05 persen.</p>
<p>Ini menjadi indikator sentimen investor yang perlu dicermati.</p>
<p>Untuk ke depan, beberapa indikator penting yang layak dipantau adalah perkembangan nilai tukar rupiah, arus modal asing ke pasar saham dan obligasi, kebijakan Bank Indonesia, keputusan lembaga pemeringkat internasional, serta kepastian arah kebijakan ekonomi pemerintah.</p>
<p>Memahami dinamika ini akan membantu dalam menilai prospek investasi dan stabilitas ekonomi Indonesia ke depannya.</p>
<!-- RatingBintangAjaib --><p><a rel="nofollow" href="https://portalmadura.com">PortalMadura.com - Situs Berita Madura Terkini</a></p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://portalmadura.com/terkuak-penjelasan-bank-asing-di-balik-isu-penarikan-dana-triliunan-dari-indonesia-340429/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
