<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" >

<channel>
	<title>Regulasi Kripto Indonesia &#8211; PortalMadura.com</title>
	<atom:link href="https://portalmadura.com/tag/regulasi-kripto-indonesia/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://portalmadura.com</link>
	<description>Situs Berita Madura Terkini</description>
	<lastBuildDate>Mon, 22 Jun 2026 12:43:17 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=7.0</generator>

<image>
	<url>https://portalmadura.com/wp-content/uploads/2024/10/cropped-Logo-PortalMadura-1-32x32.webp</url>
	<title>Regulasi Kripto Indonesia &#8211; PortalMadura.com</title>
	<link>https://portalmadura.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Bitcoin Berjuang di Kisaran $64.000: Analisis Tekanan Makro, Geopolitik, dan Pergeseran Regulasi</title>
		<link>https://portalmadura.com/bitcoin-berjuang-di-kisaran-64-000-analisis-tekanan-makro-geopolitik-dan-pergeseran-regulasi-339443/</link>
					<comments>https://portalmadura.com/bitcoin-berjuang-di-kisaran-64-000-analisis-tekanan-makro-geopolitik-dan-pergeseran-regulasi-339443/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[PortalMadura.com]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 22 Jun 2026 12:43:17 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Ekonomi]]></category>
		<category><![CDATA[analisis pasar]]></category>
		<category><![CDATA[Bitcoin]]></category>
		<category><![CDATA[Ekonomi Makro]]></category>
		<category><![CDATA[Harga Kripto]]></category>
		<category><![CDATA[Regulasi Kripto Indonesia]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://portalmadura.com/?p=339443</guid>

					<description><![CDATA[<p><a rel="nofollow" href="https://portalmadura.com/bitcoin-berjuang-di-kisaran-64-000-analisis-tekanan-makro-geopolitik-dan-pergeseran-regulasi-339443/">Bitcoin Berjuang di Kisaran $64.000: Analisis Tekanan Makro, Geopolitik, dan Pergeseran Regulasi</a></p>
<p>PortalMadura.com &#8211; Harga Bitcoin (BTC) pada hari ini, 22 Juni 2026, berfluktuasi di sekitar angka...</p>
<p><a rel="nofollow" href="https://portalmadura.com">PortalMadura.com - Situs Berita Madura Terkini</a></p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><a rel="nofollow" href="https://portalmadura.com/bitcoin-berjuang-di-kisaran-64-000-analisis-tekanan-makro-geopolitik-dan-pergeseran-regulasi-339443/">Bitcoin Berjuang di Kisaran $64.000: Analisis Tekanan Makro, Geopolitik, dan Pergeseran Regulasi</a></p>
<p><strong><a href="https://portalmadura.com/">PortalMadura.com</a></strong> &#8211; Harga Bitcoin (BTC) pada hari ini, 22 Juni 2026, berfluktuasi di sekitar angka Rp1.140.000.000 hingga Rp1.150.000.000 di pasar Indonesia, setara dengan kisaran $64.000 hingga $64.600 secara global.</p>
<p>Meskipun ada kenaikan tipis sekitar 0,30% hingga 1,26% dalam 24 jam terakhir, kinerja mingguan dan bulanan menunjukkan penurunan signifikan.</p>
<p>Bitcoin telah mengalami penurunan sebesar -2,42% dalam seminggu terakhir dan -15,01% selama sebulan terakhir.</p>
<p>Kapitalisasi pasar Bitcoin saat ini mencapai sekitar Rp22.860,01 triliun atau sekitar $1,28 triliun, dengan volume perdagangan 24 jam mencapai Rp350,86 triliun.</p>
<h3>Sentimen Pasar dan Indikator Teknis</h3>
<p>Secara teknis, sinyal keseluruhan untuk Bitcoin saat ini cenderung &#8216;BEARISH&#8217; berdasarkan agregasi indikator.</p>
<p>Namun, indeks kekuatan relatif (RSI) jangka pendek yang berada di angka 28.58 menunjukkan kondisi jenuh jual (oversold), yang berpotensi memicu koreksi teknis dan menjadi sinyal beli jangka pendek.</p>
<p>Harga Bitcoin saat ini berada di bawah titik pivot (PP) Rp1.133.906.326 dan mendekati level support S1 Rp1.118.439.156.</p>
<p>Level support kunci untuk Bitcoin diperkirakan berada di rentang $60.000 hingga $62.000, sementara level resistansi signifikan berada di sekitar $65.000-$67.000, bahkan $70.000-$72.000.</p>
<p>Permintaan spot untuk Bitcoin masih lemah, membuat potensi pemulihan harga rentan tanpa adanya aliran dana baru.</p>
<p>Lebih dari $450 juta posisi leverage kripto telah dilikuidasi minggu lalu, dengan sebagian besar kerugian berasal dari posisi long.</p>
<p>Meskipun sentimen pasar seringkali menunjukkan &#8216;keserakahan ekstrem&#8217; berdasarkan indeks Fear &#038; Greed, struktur grafik mingguan masih terlihat bearish, menunjukkan kerentanan di kalangan investor.</p>
<p>Aktivitas perdagangan terbaru menunjukkan bahwa 35% adalah penjualan dan 65% adalah pembelian, merefleksikan sentimen pasar yang kompleks.</p>
<h2>Faktor Makroekonomi Global dan Geopolitik Membentuk Arah Bitcoin</h2>
<h3>Peran Kebijakan Moneter dan Inflasi AS</h3>
<p>Pasar kripto, termasuk Bitcoin, sangat dipengaruhi oleh data ekonomi makro Amerika Serikat dan keputusan Federal Reserve.</p>
<p>Data ekonomi AS yang akan datang, seperti laporan inflasi PCE dan PDB, sangat dinanti karena akan memengaruhi keputusan The Fed terkait suku bunga.</p>
<p>Inflasi yang lebih tinggi dari perkiraan cenderung membuat The Fed menaikkan suku bunga, yang secara historis berdampak negatif pada aset berisiko seperti Bitcoin.</p>
<p>Penelitian menunjukkan korelasi positif antara inflasi dan suku bunga dengan harga Bitcoin, meskipun hubungannya kompleks dan dipengaruhi oleh faktor ekonomi yang lebih luas.</p>
<p>Indikator utama lainnya seperti Indeks Harga Konsumen (CPI), Non-Farm Payroll (NFP), dan Produk Domestik Bruto (PDB) juga memiliki dampak signifikan.</p>
<p>Kondisi pasar tenaga kerja yang kuat, seperti yang ditunjukkan oleh NFP yang tinggi, dapat memicu ekspektasi pengetatan moneter, sementara pertumbuhan PDB positif menandakan ekonomi yang sehat.</p>
<p>Keputusan Federal Open Market Committee (FOMC) secara langsung memengaruhi volatilitas pasar saham dan kripto karena penentuan suku bunga acuan.</p>
<h3>Dampak Ketegangan Geopolitik dan Arus Dana ETF</h3>
<p>Ketegangan geopolitik, seperti konflik antara AS dan Iran, telah berkontribusi pada volatilitas pasar Bitcoin baru-baru ini.</p>
<p>Meskipun ada laporan mengenai pembicaraan damai AS-Iran yang sempat memberikan dorongan positif, sentimen pasar tetap berhati-hati.</p>
<p>Penarikan dana (outflows) yang terus-menerus dari Exchange Traded Funds (ETF) Bitcoin spot juga menjadi faktor bearish yang signifikan.</p>
<p>Hal ini kontras dengan harapan besar dan lonjakan harga yang terjadi setelah persetujuan ETF Bitcoin spot di AS yang menjadi pendorong utama pada masa lalu.</p>
<p>Meskipun demikian, ada berita bahwa perusahaan seperti MicroStrategy masih menyiapkan pembelian Bitcoin baru meskipun sahamnya sedang tertekan.</p>
<h2>Lanskap Regulasi di Indonesia dan Global: Tantangan dan Peluang</h2>
<h3>Transformasi Regulasi Kripto di Indonesia (2025-2026)</h3>
<p>Indonesia telah mengalami pergeseran signifikan dalam kerangka regulasi aset kripto.</p>
<p>Sejak 10 Januari 2025, pengaturan dan pengawasan aset keuangan digital, termasuk kripto, telah beralih dari Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi (Bappebti) ke Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan Bank Indonesia (BI).</p>
<p>Perubahan ini didasarkan pada POJK Nomor 23 Tahun 2025 yang mengubah dan menyempurnakan POJK 27 Tahun 2024.</p>
<p>Regulasi baru ini mengatur penyelenggaraan perdagangan Aset Keuangan Digital (AKD), termasuk persyaratan yang ketat untuk penawaran dan perdagangan.</p>
<p>Pada Agustus 2025, pemerintah Indonesia juga telah menaikkan tarif pajak atas transaksi kripto, baik domestik maupun lintas negara, melalui Peraturan Menteri Keuangan Nomor 50 Tahun 2025.</p>
<p>Kebijakan pajak ini bertujuan meningkatkan penerimaan negara dan menyelaraskan regulasi dengan standar internasional, sambil mengurangi potensi penggunaan kripto untuk aktivitas ilegal.</p>
<p>Bagi investor, aturan baru ini membawa tantangan dalam hal pelaporan pajak dan valuasi aset yang fluktuatif, tetapi juga memberikan kepastian hukum.</p>
<h3>Perkembangan Regulasi Internasional</h3>
<p>Di tingkat global, Amerika Serikat telah bergerak menuju regulasi prokripto pada tahun 2025, dengan undang-undang khusus tentang stablecoin (UU STABLE dan GENIUS) serta kepemimpinan baru di Komisi Sekuritas dan Bursa (SEC).</p>
<p>Uni Eropa juga memimpin dalam harmonisasi regulasi melalui kerangka kerja Markets in Crypto-Assets (MiCA), yang dirancang untuk bursa, stablecoin, dan DeFi.</p>
<p>Asia muncul sebagai pusat kripto global, dengan negara-negara seperti Singapura dan Hong Kong meluncurkan perizinan komprehensif untuk menarik modal dan inovasi.</p>
<p>Perkembangan ini menandakan maturitas pasar kripto dan upaya global untuk menciptakan kerangka kerja yang lebih stabil dan aman bagi aset digital.</p>
<h2>Analisis Jangka Panjang: Kelangkaan dan Adopsi Institusional</h2>
<h3>Kelangkaan Suplai Bitcoin</h3>
<p>Salah satu fundamental utama Bitcoin adalah kelangkaannya yang telah terprogram.</p>
<p>Total suplai maksimum Bitcoin hanya 21 juta BTC, dengan sekitar 20 juta BTC atau 96% di antaranya sudah beredar.</p>
<p>Kelangkaan ini secara inheren bertindak sebagai pendorong nilai jangka panjang, membuatnya berbeda dari mata uang fiat yang dapat dicetak tanpa batas.</p>
<p>Rata-rata investor menahan Bitcoin selama sekitar 103 hari, menunjukkan adanya elemen HODL (hold on for dear life) di kalangan sebagian pelaku pasar.</p>
<h3>Prospek Adopsi Institusional</h3>
<p>Narasi adopsi institusional terus menjadi faktor bullish jangka panjang yang kuat untuk Bitcoin.</p>
<p>Meskipun ada arus keluar dari ETF saat ini, kehadiran produk investasi seperti ETF Bitcoin spot secara fundamental membuka pintu bagi lebih banyak institusi untuk berinvestasi.</p>
<p>Seiring dengan pematangan pasar kripto, keterlibatan institusional yang meningkat berarti Bitcoin dan aset kripto lainnya menjadi semakin relevan di pasar keuangan global.</p>
<h2>Pandangan ke Depan: Menanti Sinyal Pasar yang Lebih Jelas</h2>
<p>Outlook jangka pendek untuk Bitcoin tetap berhati-hati karena tekanan bearish dari moving average.</p>
<p>Namun, kondisi oversold pada RSI_6 bisa memicu koreksi teknis dan menawarkan peluang akumulasi di zona support kuat (S1-S3) bagi investor jangka panjang.</p>
<p>Risiko utama adalah potensi penurunan lebih dalam jika level support kunci (S3 Rp1.094.909.776) tidak mampu menahan tekanan jual.</p>
<p>Pasar secara keseluruhan masih menunggu sinyal yang lebih jelas dari data makroekonomi AS yang akan datang dan perkembangan geopolitik.</p>
<p>Stabilitas di pasar kripto yang lebih luas akan sangat bergantung pada bagaimana faktor-faktor eksternal ini berkembang dalam beberapa waktu ke depan.</p>
<!-- RatingBintangAjaib --><p><a rel="nofollow" href="https://portalmadura.com">PortalMadura.com - Situs Berita Madura Terkini</a></p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://portalmadura.com/bitcoin-berjuang-di-kisaran-64-000-analisis-tekanan-makro-geopolitik-dan-pergeseran-regulasi-339443/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
