<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" >

<channel>
	<title>rokat buju&#8217; &#8211; PortalMadura.com</title>
	<atom:link href="https://portalmadura.com/tag/rokat-buju/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://portalmadura.com</link>
	<description>Situs Berita Madura Terkini</description>
	<lastBuildDate>Mon, 08 Feb 2016 02:08:30 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=7.0</generator>

<image>
	<url>https://portalmadura.com/wp-content/uploads/2024/10/cropped-Logo-PortalMadura-1-32x32.webp</url>
	<title>rokat buju&#8217; &#8211; PortalMadura.com</title>
	<link>https://portalmadura.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Curah Hujan Kurang Untuk Tanaman Jagung, Warga Sumenep Gelar &#8220;Rokat Buju&#8217; Rakni&#8221;</title>
		<link>https://portalmadura.com/curah-hujan-kurang-tanaman-jagung-warga-sumenep-gelar-rokat-buju-rakni-41805/</link>
					<comments>https://portalmadura.com/curah-hujan-kurang-tanaman-jagung-warga-sumenep-gelar-rokat-buju-rakni-41805/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[PortalMadura.Com]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 25 Dec 2015 04:29:54 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Sosial Budaya]]></category>
		<category><![CDATA[Sumenep]]></category>
		<category><![CDATA[curah hujan berkurang]]></category>
		<category><![CDATA[rokat buju']]></category>
		<guid isPermaLink="false">http://portalmadura.com/?p=41805</guid>

					<description><![CDATA[<p><a rel="nofollow" href="https://portalmadura.com/curah-hujan-kurang-tanaman-jagung-warga-sumenep-gelar-rokat-buju-rakni-41805/">Curah Hujan Kurang Untuk Tanaman Jagung, Warga Sumenep Gelar &#8220;Rokat Buju&#8217; Rakni&#8221;</a></p>
<p>PortalMadura.com, Sumenep &#8211; Pada musim tanam tahun 2015, curah hujan dinilai kurang untuk tanaman jagung....</p>
<p><a rel="nofollow" href="https://portalmadura.com">PortalMadura.com - Situs Berita Madura Terkini</a></p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><a rel="nofollow" href="https://portalmadura.com/curah-hujan-kurang-tanaman-jagung-warga-sumenep-gelar-rokat-buju-rakni-41805/">Curah Hujan Kurang Untuk Tanaman Jagung, Warga Sumenep Gelar &#8220;Rokat Buju&#8217; Rakni&#8221;</a></p>
<p><strong><a href="https://portalmadura.com/">PortalMadura.com</a>, <a href="https://portalmadura.com/berita-madura/sumenep/">Sumenep</a></strong> &#8211; Pada musim tanam tahun 2015, curah hujan dinilai kurang untuk tanaman jagung. Para petani mulai mencemaskan kondisi tersebut.</p>
<p>Salah satunya, dialami petani di Desa Juruan Daya, Kecamatan Batuputih, Sumenep, <a href="https://portalmadura.com/berita-madura/">madura</a>, Jawa Timur dan tetangga desa sekitar.</p>
<p>Warga pun menggelar &#8220;<em>Rokat Buju</em>&#8216;&#8221; (selamatan makam) di pemakaman desa setempat, tepatnya di makam &#8220;Rakni&#8221; yang selama ini dikeramatkan oleh warga.</p>
<p>&#8220;Warga disini tahlil bersama dan baca Alqur&#8217;an. Mereka minta hujan kepada Allah yang dinilai kurang untuk kebutuhan tanaman jagung,&#8221; kata salah seorang warga setempat, Ingmatus Zahro pada PortalMadura.Com, Jumat (25/12/2015).</p>
<p>Uniknya, ibu-ibu memasak nasi, lauk pauk dan kebutuhan lainnya di tempat yang dijadikan lokasi ritual tersebut. Lalu, makan bersama. Ritual tersebut, dipimpin oleh salah seorang yang ditokohkan oleh warga.</p>
<p>Mereka juga mempersiapkan sesajin berupa jajan pasar tujuh warna, kembang tujuh warna dan kulit ayam. &#8220;Sesajin itu, diletakkan tak jauh dari Buju&#8217; (makam) Rakni,&#8221; terangnya.</p>
<p>Selama ini, Buju&#8217; (makam) Rakni dikeramatkan oleh warga sekitar, karena diyakini bila atapnya (genting) ada yang terbuka atau sengaja dibuka maka atas ijin Allah tidak akan hujan di daerah itu<strong>.(Hartono)</strong></p>
<!-- RatingBintangAjaib --><p><a rel="nofollow" href="https://portalmadura.com">PortalMadura.com - Situs Berita Madura Terkini</a></p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://portalmadura.com/curah-hujan-kurang-tanaman-jagung-warga-sumenep-gelar-rokat-buju-rakni-41805/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
