PortalMadura.com

Tak Sesuai Kaidah Nahwu, Naskah UAS Tingkat MI Kacau

  • Selasa, 5 Mei 2015 | 15:03
Tak Sesuai Kaidah Nahwu, Naskah UAS Tingkat MI Kacau
naskah kacau

PortalMadura.Com, Pamekasan – Naskah ujian akhir semester (UAS) genap tingkat madarasah ibtidaiyah (MI) di Kabupaten Pamekasan, Madura, Jawa Timur kecau. Pada penulisan arab banyak yang tidak sesuai kaidah nahwu maupun sorof.

Kepala MI Taufiqus Syibyan Kecamatan Proppo, Ach Fakih mengatakan, mata pelajaran yang salah dalam penulisan naskahnya adalah Al-Qur’an Hadist, Aqidah Akhlak, Bahasa Arab, dan Sejarah Kebudayaan Islam (SKI). Bahkan, nyaris setiap bait soal yang dikeluarkan Kementerian Agama (Kemenag) Pamekasan itu salah.

“Siswa bingung untuk membacanya, ketika kami lihat ternyata banyak penulisan bahasa arabnya yang salah fatal. Bahkan, guru pengajarnya saja tidak bisa membaca,” katanya, Selasa (5/5/2015).

Praktisi pendidikan Pamekasan itu menambahkan, untuk mempermudah siswa mengerjakan soal dimaksud, guru yang ada di lembaganya terpaksa harus memperbaiki butir demi butir soal ujian untuk kelas VI tersebut.

“Tentu, kami para guru menulis ulang dan memperbaiki redaksi bahasanya, supaya siswa tidak kebingungan,” tambah dia.

Advertisement
Iklan Murah

Pihaknya sangat menyayangkan atas kejadian tersebut, mengingat Pamekasan yang identik dengan Gerbang Salam belum memiliki pemahaman keagamaan yang kuat. Sebab, kesalahan dalam redaksi bahasa berdampak besar terhadap makna dalam kalimat tersebut.

“Kejadian itu sangat fatal untuk penanaman nilai agama islam terhadap peserta didik. Mau dibentuk seperti apa karakter pendidikan islam di Indonesia khusunya di Pamekasan ini,” keluhnya.

Semestinya, lanjut dia, ada tim khusus dalam pembuatan soal ujian agar tidak terjadi kesalahan setelah naskah tersebut dicetak. Itu dilakukan sebagai upaya meminimalisir kesalahan, baik nashan bahasa ataupun hal lain.

Terpisah, Pengawas pendidikan Agama Islam Kemenag Pamekasan, Imam Sutarji menanggapi enteng dengan kejadian tersebut. Menurutnya, kesalahan redaksi bahasa atau lainnya merupakan hal yang biasa dalam ujian, baik ujian nasional atau tingkat kabupaten.

“Jangankan soal di daerah, ujian nasional juga banyak yang keliru. Kesalahan pembuatan naskah tersebut memang kesalahan editor di kemenag, namun sudah diselesaikan melalui forum dengan sekolah,” kelitnya. (Marzukiy/choir)

Advertisement
Iklan Murah
Loading...
Advertisement
Iklan Murah

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional