oleh

1 Jenazah Korban Kapal Tenggelam di Johor Diterima Keluarga

PortalMadura.Com, Sumenep – Satu jenazah korban meninggal dalam peristiwa kapal tenggelam pengangkut imigran warga negara Indonesia yang terbalik di perairan Pantai Batu Layar, Johor, Malaysia, Sabtu (23/7/2016) asal Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur atas nama Rusida, warga Dusun Aer Betang, Desa Angkatan, Kecamatan Arjasa Pulau Kangean sudah tiba di Sumenep, Kamis (28/7/2016) dini hari sekitar pukul 03.00 Wib.

Korban yang merupakan tenaga kerja Indonesia di Malaysia diantarkan oleh petugas dari Unit Pelaksana Teknis  Pelayanan Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia (UPT P3TKI)  Disnakertransduk  Provinsi Jawa Timur dan diterima keluarganya di Pelabuhan Gresik Putih Kalianget. Keluarganya langsung membawa ke kampung halamannya di Pulau Kangean.

“Kami hanya bisa mengantar korban sampai disini di Pelabuhan Kalianget,” kata petugas dari UPT P3TKI, Provinsi Jawa Timur, Suprayitno.

Menurutnya, biaya penjemputan jenazah korban, mulai dari Bandara Juanda Surabaya sampai ke Pelabuhan Kalianget di tanggung oleh Transmigrasi Provinsi Jawa Timur.

Loading...

“Kami sudah menyerahkan jenazahnya ke keluarga korban untuk dibawa ke kampung halamannya,” ucapnya.

Sementara, kakak kandung korban, Yatim (35) yang menerima jenazah korban kapal tenggelam di Johor itu menyatakan, jenazahnya dibawa langsung ke Pulau Kangean dengan menggunakan perahu kayu dari pelabuhan Gresik Putih, Kalianget.

“Adik saya akan di bawa ke kampung di pulau Kangean untuk di kebumikan,” kata Yatim (35).

Hingga saat ini, korban tenggelamnya kapal di Johor Malaysia asal Kabupaten Sumenep mencapai lima orang, diantaranya Muhawan, warga Desa Dandung, Kecamatan Kangayan dan Ariffin Bin Marsaha, warga Desa Sitembang, Kecamatan Arjasa. Keduanya ditemukan selamat.

Selain itu, korban lain diketahui meninggal dunia yakni Rusida, warga Desa Angkatan, Kecamatan Arjasa Pulau Kangean (jenazah sudah tiba di Sumenep), Salim (31) dan Farida, keduanya warga Dusun Pasar Baru, Desa Paseraman, Kecamatan Arjasa, Pulau Kangean. (arifin/choir)



Komentar