oleh

10 Cara Jaga Privasi Ketika Internetan dari Kaspersky

PortalMadura.Com – Sebagai pengguna internet yang setiap hari selalu berkelut dengan kehidupan dunia maya, tentunya tidak hanya satu atau dua kali saja membagikan berbagai data pribadinya di media sosial.

Berhubung data pribadi merupakan privasi, maka Anda tentu harus menjaganya dengan baik agar tidak disalahgunakan oleh orang lain. Sebab, bukan tidak mungkin orang yang tidak bertanggungjawab akan memanfaatkan kesempatan itu untuk kepentingannya.

Pasalnya, pelanggaran data besar-besaran, iklan yang melacak, banyaknya orang yang menjelajahi foto-foto yang dibagikan di medsos merupakan sejumlah risiko yang bisa ditemui saat berada di dunia maya.

Lalu, bagaimana cara untuk tetap menjaga privasi saat internetan?. Berikut sejumlah dari Kaspersky seperti dilansir PortalMadura.Com, Kamis (16/1/2020) dari laman Liputan6.com:

Periksa Pengaturan Privasi Medsos

Tidak bisa dipungkiri, pengguna internet di Indonesia aktif menggunakan media sosial. Tentunya, banyak pula data pribadi yang Anda unggah di sebuah jejaring sosial yang mungkin dapat dilihat oleh siapa saja di internet secara default.

Oleh sebab itu, pengguna disarankan selalu memeriksa pengaturan privasi mereka. Misalnya, pengguna mengatur informasi tertentu yang bisa dilihat oleh teman. Salah satunya tidak memperlihatkan nomor telepon.

Caranya, pengguna bisa mengatur ini di Facebook, Twitter, LinkedIn, Instagram, Snapchat, dan lain-lain yang biasa digunakan setiap hari.

Jangan Pakai Penyimpanan Umum untuk Informasi Pribadi

Pengguna internet disarankan untuk tidak menggunakan layanan penyimpanan umum untuk menyimpan informasi pribadi Anda.

Misalnya, Google Documents bukanlah tempat yang ideal untuk menyimpan daftar kata sandi, dan Dropbox bukan tempat terbaik untuk pemindaian paspor Anda kecuali disimpan dalam arsip terenkripsi.

Hindari Pelacakan

Saat mengunjungi situs web, browser akan mengungkapkan banyak hal hingga riwayat selancar. Pengiklan biasanya menggunakan informasi untuk melacak dan menargetkan pengguna dengan iklan.

Parahnya lagi, mode penyamaran atau incognito tidak bisa mencegah pelacakan seperti itu. Jadi, pengguna bisa menghindari pelacakan dengan tools tertentu, misalnya dari Kaspersky Internet Security.

Jangan Bagikan Nomor Ponsel dan Alamat Email

Langkah selanjutnya yaitu pastikan untuk tidak membagikan nomor ponsel Anda dan alamat email di akun online apapun atau toko online.

Intinya jangan sembarangan membagikannya kepada orang asing di medsos. Pastikan juga untuk membuat alamat email terpisah dan jika mungkin, nomor telepon terpisah untuk toko online guna menjaga keamanan privasi.

Pakai Aplikasi Pesan dengan Enkripsi End-to-End

Pilih aplikasi pesan yang dibekali fitur enkripsi end-to-end secara default. Misalnya, WhatsApp. Pasalnya, aplikasi ini sudah menyediakan enkripsi itu.

Sementara menurut Kaspersky, Facebook Messenger, Telegram, Google Allo, tidak menggunakan enkripsi end-to-end. Untuk mengaktifkannya, mulailah obrolan rahasia secara manual.

Pakai Kata Sandi

Jangan pernah menggunakan kata sandi yang lemah untuk melindungi informasi pribadi. Kaspersky menyebut, hal ini sama saja dengan meneriakkan informasi itu kepada orang yang berlalu lalang.

Caranya, pakai kata sandi yang cukup panjang, misalnya 12 karakter. Gunakan password manager untuk kata sandi yang lebih aman. Selain itu, pastikan juga untuk memakai kata sandi yang berbeda untuk setiap layanan.

Tinjau Izin Aplikasi Seluler

Pengguna smartphone perlu tahu, aplikasi di smartphone selalu meminta izin untuk mengakses berbagai fitur. Misalnya mengakses kontak atau file dalam penyimpanan perangkat, memakai kamera, geolokasi, dan lain-lain.

Beberapa aplikasi memang benar-benar bisa tidak bisa bekerja tanpa izin ini, tetapi beberapa pengembang aplikasi justru membuat profil bagi pengiklan atau memanfaatkan data pribadi.

Baca Juga : Ingin Menjaga Rahasia Pribadi di Media Online? Ini Cara Cerdasnya

Untuk itu, pengguna perlu mengontrol izin mana yang diberikan kepada aplikasi apa saja. Hal ini juga untuk memungkinkan Anda bisa mengontrol sejumlah aplikasi yang masuk ke smartphone Anda.

Terapkan Password di Smartphone dan Komputer

Smartphone maupun komputer memiliki banyak data pribadi dan informasi keuangan yang perlu dirahasikan. Untuk itu, pastikan untuk memakai kata sandi.

Kata sandi tidak harus yang rumit, tetapi pastikan agar tidak bisa diakses orang asing. Untuk smartphone, pengguna bisa menerapkan PIN enam digit atau kata sandi ketimbang PIN enam digit dan pola kunci layar.

Perangkat yang mendukung otentikasi biometrik bisa mengaktifkan keamanan seperti sidik jari atau pemindai wajah. Jadi, Anda perlu hati-hati untuk itu.

Nonaktifkan Lockscreen Notification

Apakah Anda sudah menggunakan sandi yang aman?. Jadi pastikan untuk tidak membiarkan lockscreen notification aktif. Karena, kalau lockscreen notification aktif, orang lain bisa mengintip obrolan lewat pop-up notifikasi yang muncul tiap ada bunyi notifikasi.

Jaga Privasi saat Pakai WiFi

Jaringan WiFi publik biasanya tidak mengenkripsi lalu lintas internet. Artinya, siapa pun di jaringan yang sama bisa mengintip lalu lintas internet Anda.

Oleh karena itu, hindari untuk mengirim data sensitif apapun, baik itu login, kata sandi, data kartu kredit, dan lain-lain. Tidak hanya itu, pastikan, saat memakai WiFi publik pengguna memakai VPN yang aman untuk mengenkripsi data dari pengintaian.

Rewriter : Putri Kuzaifah
Sumber : Liputan6.com
Tirto.ID
Loading...

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

portalmadura.com tidak bertanggung jawab atas isi komentar yang ditulis. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE