oleh

2 Cara Atasi Anak yang Tiba-tiba Tantrum di Tempat Ramai

PortalMadura.Com – Sikap anak yang tiba-tiba tantrum tentu bisa membuat orang tua kesulitan dalam menghadapinya. Sikap seperti ini umumnya disebabkan oleh terbatasnya kemampuan bahasa anak untuk mengekspresikan perasaannya. Sehingga mereka hanya bisa meluapkan emosinya dengan cara meronta, berteriak, menangis, menjerit, serta menghentakkan kedua kaki dan tangannya ke lantai, melansir dari Liputan6.com, Jumat (22/11/2019).

Selain itu, tantrum juga bisa menjadi cara anak melakukan observasi dan mengenali situasi untuk mendapatkan keinginannya. Misalnya, saat anak mengamuk untuk mendapatkan sesuatu dan ibu menuruti keinginannya. Jika demikian, maka anak cenderung akan mengulangi cara tersebut di kemudian hari. Jika terus dibiarkan, hal tersebut bisa menjadi kebiasaan buruk.

Nah, biasanya tantrum dialami oleh anak yang berusia 1-4 tahun. Ketika si kecil mengalami tantrum, orang tua sebaiknya jangan panik dan ikut terbawa emosi. Ada beberapa cara yang bisa dilakukan untuk mengatasi tantrum pada anak. Sebab, tantrum pada si kecil tidak boleh dibiarkan terus-menerus karena bisa menjadi kebiasaan yang buruk dan memengaruhi perkembangan psikologisnya di kemudian hari.

Loading...

Baca Juga: 5 Cara Tepat Atasi Anak Tantrum Tanpa Ponsel

Orang tua bisa mencoba menghentikan tantrum pada anak dengan melakukan beberapa cara berikut ini:

Tetap Tenang

Hal pertama yang bisa dilakukan orang tua saat anak tantrum, yaitu harus tetap tenang dan jangan membalas berteriak atau memaksa anak menghentikan amukannya. Sikap yang tenang akan membuat tantrum si kecil lebih mudah untuk diatasi. Bisa juga mengajak anak ke tempat yang lebih sepi dan tenang guna menenangkan emosinya.

Cari Tahu Penyebab Tantrum

Beragam hal bisa menjadi penyebab tantrum pada anak, seperti keinginan yang tidak terpenuhi atau adanya perasaan lapar dan mengantuk yang sulit diungkapkan.

Bila anak belum bisa berbicara, salah satu cara untuk mengenali penyebabnya adalah dengan menanyakan secara langsung, “Mau makan?” atau “Kamu masih ngantuk?”. Anak mungkin akan mengangguk atau menggeleng. Jika penyebab tantrum anak diketahui, maka orang tua akan lebih mudah mengatasinya.

Rewriter : Salimah
Sumber : liputan6.com

Komentar