PortalMadura.Com, Sumenep – Dua kelompok demo melakukan aksi di Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur, Jumat (20/10/2023).
Pertama aksi unjuk rasa dilakukan GMNI (Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia) ke gedung DPRD Sumenep dengan tuntutan ‘Peredaran Rokok Illegal Yang Tak Kunjung Usai’.
Aksi unjuk rasa juga dilakukan Jaringan Kajian Advokasi Rakyat (Jangkar) di Kantor Badan Pertanahan Nasional (BPN). Mereka menuntut ‘BPN harus bertanggung jawab atas konflik lahan di area pesisir Desa Badur’.
Sedikitnya 94 personel Polres Sumenep diterjunkan untuk pengamanan aksi di gedung DPRD Sumenep dan 72 personel diterjunkan di Kantor BPN.
Kapolres Sumenep AKBP Edo Satya Kentriko menyampaikan, kehadiran polisi dalam pengamanan aksi unjuk rasa tetap mengedepankan cara-cara humanis.
“Kita hadir untuk menciptakan suasana yang kondusif dan aman di kota Sumenep,” katanya.
Pihaknya memastikan situasi pengamanan aksi unjuk rasa berjalan dengan aman dan tidak menimbulkan kegaduhan serta tidak mengganggu ketertiban umum secara berlebihan.
“Kita mengantisipasi oknum yang ingin memanfaatkan situasi untuk memprovokasi pengunjuk rasa,” ucapnya.
Pihaknya memberikan perlindungan keamanan terhadap peserta aksi dan sasaran aksi dari intervensi pihak lain. Hal ini merupakan upaya untuk menjaga keamanan dan ketertiban umum sesuai petunjuk pimpinan menuju Polri yang presisi.(*)