oleh

2 Orang Asal Gapura dan Kelahiran Pulau Bakal Bertarung Pada Pilkada Sumenep

PortalMadura.Com – Pesta demokrasi yang akan dihadapi masyarakat Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur pada proses Pilkada 2015 akan menguras tenaga dan pikiran dalam memilih sosok pemimpin yang menjadi idaman bersama.

Sosok idaman, tentu tidak hanya kemampuan menjadi seorang bupati, melainkan mampu membawa perubahan besar untuk menuju Sumenep lebih baik, bersih, cerdas serta mampu mewujudkan masyarakat Sumenep sejehtera dan bermoral.

Berawal dari masyarakat yang cerdas, diyakini akan melahirman sosok pemimpin yang cerdas pula. Salah memilih pada Pilkada yang dijadwalkan 9 Desember 2015, maka dengan sendirinya, masyarakat akan merugi selama 5 tahun kedepan.

Jika dihadapkan pada empat sosok manusia yang sudah menyatakan bakal maju sebagai calon bupati (Cabup), dari sekarang seharusnya masyarakat sudah mempunyai pilihan meski masih perlu mendalami siapa sosok itu.

Empat orang yang selama ini sudah membuka ruang dan mencari dukungan pada masyarakat, antara lain, Abuya Busyro Karim, dan Zainal Abidin, keduanya sama-sama asal Kecamatan Gapura serta Moh Sahnan dan Azasi Hasan, keduanya dari kepulauan Sumenep.

Pemilih yang cerdas, tentu mulai sekarang sudah mencari tahu siapa mereka sebenarnya, dan tidak akan terpengaruh dengan propaganda yang dilakukan selama kampanye atau saat mencari dukungan, yang hanya berisi janji-janji dan mimpi-mimpi yang kadang sulit dan tidak mungkin dilakukan jika nanti terpilih menjadi bupati.

Alangkah arifnya, jika para calon juga tidak menjanjikan sebuah mimpi yang pada akhirnya hanya melahirkan sebuah kekecewaan bagi masyarakat Sumenep. Masyarakat tidak lagi butuh janji, tapi bukti yang bisa dirasakan langsung dalam hidupnya.

Loading...

Selama kepemimpinan Busyro Karim, tentu masyarakat mempunyai penilaian yang berbeda. Terlepas dari keberhasilan yang sudah diraih atau kekurangan yang harus dibenahi, namun, kehadiran sosok lain, semisal Zainal Abidin yang pernah menjabat Kepala Badan Perencanaan Pengembangan Daerah Provinsi Jawa Timur akan menjadi pertimbangan tersendiri bagi pemilih.

Sama halnya dengan sosok Moh Sahnan yang sukses menjadi pengusaha di daerah rantau dan dinilai peduli tentu akan menjadi modal untuk memimpin Sumenep. Tak terkecuali, Azasi Hasan yang sudah terbukti meraup suara nomor urut dua pada pertarungan Pilkada 2010 dan nyaris mendepak Busyro Karim, kali itu.

Semuanya memang mempunyai kelebihan dan kekurangan. Tetapi, dari yang terjelek, pasti ada yang baik, atau dari yang baik pasti ada yang terbaik diantara mereka.

Pada pertarungan Pilkada nanti, mereka pasti akan bertarung dengan ketat. Selain, mereka mempunyai kelebihan masing-masing, juga tidak ada Pilkada ulang, sehingga otomatis berlomba-lomba untuk mendapatkan suara terbanyak.

Menjadi harapan semua, tentu dengan cara mendapatkan suara yang tidak menghalalkan segala cara. Melainkan, benar-benar suara yang disalurkan masyarakat melalui tempat pemungutan suara (TPS) tanpa ada intervensi dari pihak-pihak tertentu yang akan mencederai demokrasi.

Pemilih yang cerdas dan mau mengawal pesta demokrasi dalam pertarungan Pilkada yang akan berlangsung ketat itu, akan melahirkan sosok pemimpin yang benar-benar menjadi idaman banyak orang, bukan hasil dari sebuah propaganda.(Hartono)





Berita PortalMadura Aplikasi Android PortalMadura
Loading...

Komentar