oleh

22 Pabrikan di Sumenep Tak Lakukan Pembelian Tembakau

SUMENEP (PORTAL MADURA)-Di kabupaten Sumenep ada 23 pabrikan yang mempunyai ijin pembelian tembakau petani. Namun, hingga saat ini hanya satu pabrikan yang melakukan pembelian tembakau yakni PT Gudang Garam. Sedangkan yang lain diduga masih belum buka atau belum melakukan pembelian. Sebab, sesuai peraturan daerah, setiap melakukan pembelian, pihak pabrikan itu memberitahukan kepada pemerintah dalam hal ini Dinas Perhutanan dan Perkebunan (Dishutbun) setempat.

”Hingga saat ini yang secara resmi memberitahukan kepada kami bahwa akan mengadakan pembelian tembaakau baru satu pabrikan yakni PT Gudang Garam, sedangkan yang lain tidak ada. Berarti yang lain itu hingga saat ini belum buka atau tidak ada aktifitas pembelian tembakau,” kata kepala Dishutbun Sumenep, Syaiful Bahri, dikantornya, Rabu (02/10).

Syaiful menduga, jika pabrikan itu memang sudah melakukan pembelian tembakau, berarti pabrikan tersebut belum paham terhadap isi perda yang mengatur hal tersebut bahwa setiap pabrikan akan membukan pembelian tembakau perlu memberitahukan secara resmi kepada pemkab setempaat. ”Atau bisa jadi mereka (pabrikan, red) itu kurang memahami isi perda yang ada. Atau memang tidak melakukan pembelian,” ujarnya.

Dia juga menambahkan, hingga saat ini, petani tembakau yang sudah memanen tembakaunya sebanyak 75 persen, namun sesuai pantauannya dilapangan, dari hasil panen tembakau itu tidak semuanya masuk ke pabrikan. ”Petani tembakau sudah 75 persen yang telah panen, tapi tidak semuanya masuk ke gudang atau kepabrikan,” paparnya.

Dia menilai, target PT Gudang Garam perwakilan Sumenep tidak akan memenuhi target pembelian tembakau, karena PT Gudang Garam memprioritaskan pembelian tembakau gunung dan tegalan, sedangkan areal tanam tembakau di Sumenep tahun ini hanya seluas 9.800 hektar yang ditanami tembakau, padahal ploting areal untuk tahun 2013 ini seluas 19.072 hektar.

Loading...

”Sekitar 50 persen yang tidak ditanami. Dan itu tidak menghitung areal sawah. Untuk itu, PT Gudang Garam diperkirakan susah untuk memenuhi target pembelian itu. Lain lagi kalau misalnya ada pabrikan lain yang melakukan pembelian tembakau, itu tambah parah lagi,” imbuhnya.

Sedangkan kualitas tembakau, Syaiful menilai sudah bagus karena tembakau yang telah panen saat ini waktu musim tanamnya sudah masuk musim kemarau. ”Kalau kualitasnya memang bagus, bahkan harganya kan sudah ada yang tembus Rp 42 ribu per kg. Namun, jumlah tembakaunya yang masih sedikit karena petani memang banyak yang tidak tanam,” tegasnya.

Sebelumnya, PT Gudang Garam perwakilan di Sumenep sudah melakukan pembelian tembakau sejak dua minggu yang lalu, tapi hingga saat ini penyerapan tembakau masih mencapai 468.249 kg. Penyerapan tembakau tahun ini lebih rendah dibanding tahun lalu. Jika diprosentasekan, rata-rata pembelian tembakau perharinya untuk tahun ini sangat minim.

Kuasa pembelian tembakau PT Gudang Garam, gudang Geddungan Sumenep, Freddy Kustianto mengatakan, penyerapan tembakau tahun ini terhitung minim dibandingkan dengan tahun lalu. Diduga, para petani tembakau tahun ini banyak yang tidak menanam lantaran hujan berkepanjangan. Meski penyerapan minim, tapi kwalitas tembakau yang masuk di Gudang Garam Sumenep relatif bagus sehingga harganya juga tinggi.

“Kami mulai pembelian sejak tanggal 16 September lalu. Tembakau yang sudah terserap hingga saat ini baru mencapai  468.249 kg. Sedangkan kualitasnya sangat bervariasi. Paling rendah seharga Rp 24 ribu per kg dan ada yang mencapai Rp 42 ribu per kg,” kata Freddy Kustianto. (Su)



whatsapp share top ten article
Loading...
Loading...

Komentar