oleh

27 Penambang Emas Tewas di Kongo

PortalMadura.Com – Setidaknya 27 orang tewas ketika tambang emas di timur laut Republik Demokratik Kongo runtuh, kata otoritas setempat pada Minggu.

Kecelakaan tersebut terjadi pada Jumat di tambang emas Ndiyo, sekitar 40 kilometer dari Watsa, Provinsi Upper-Uele, ujar Menteri Pertambangan Provinsi Haut-Uele.

Kecelakaan itu, ujar menteri, terkait dengan tanah yang longsor setelah hujan lebat terjadi terus menerus.

“Awalnya kami mengira itu terjadi karena praktik ilegal memasuki terowongan. Tapi informasi yang datang menunjukkan bahwa terjadi tanah longsor. Mereka [penambang] memiliki kedalaman kurang dari 20 meter, sementara batas hukum ditetapkan 30 meter. Jadi penyebab utamanya adalah hujan lebat yang terjadi belakangan ini,” urai Apasa seperti dikutip situs web Actualite.cd.

Loading...

Jenazah korban dari kedalaman 12 meter telah dievakuasi dan diboyong ke berbagai wilayah seperti Watsa, Durba, Moku dan Ngangazo, katanya.

Sedang jumlah korban tewas itu baru perkiraan sementara.

Kecelakaan di pertambangan ilegal kerap terjadi di benua ini.

Hal ini dikarenakan penggunaan alat sederhana dan metode yang tidak mengikuti standar keselamatan.

Oktober lalu, setidaknya 16 orang tewas di dalam goa tambang emas Kampene di timur Republik Demokratik Kongo.

Kecelakaan itu juga terjadi karena tanah longsor.

Pada bulan yang sama, sekitar 30 penambang emas tewas setelah tambang emas runtuh di Chad, dekat perbatasan Libya.

Rewriter : Putri Kuzaifah
Sumber : Anadolu Agency
Berita PortalMadura
Loading...

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

portalmadura.com tidak bertanggung jawab atas isi komentar yang ditulis. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE