oleh

36 Peserta Karapan Sapi Sumenep Rebut Tiket Piala Presiden RI, Sapi Luar Didiskualifikasi

PortalMadura.Com, Sumenep – Lomba karapan sapi tingkat Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur, digelar pada Minggu (15/9/2019).

Ada 36 pasang sapi yang menjadi peserta dalam memperebutkan tiket menuju Piala Presiden RI tahun 2019 yang dijadwalkan Oktober bertempat di Kabupaten Bangkalan.

Lomba karapan sapi berlangsung di Lapangan Giling, Bangkal, Kabupaten Sumenep. Peserta berasal dari Kecamatan Lenteng, Kota, Guluk-guluk, Ganding, Batang-batang, Sapudi, Batuputih, Ambunten, Bakeong, Bluto.

Tari tradisional menjelang lomba karapan sapi tingkat Kabupaten Sumenep, Minggu (15/9/2019), (Foto. Nanik Dwi Jayanti/@portalmadura.com)

Kepala Disparbudpora Kabupaten Sumenep, Carto menjelaskan, selain untuk seleksi memperebutkan tiket Piala Presiden RI, juga dalam upaya mendukung suksesnya peringatan Hari Jadi ke 750 Sumenep.

“Juli kemarin, kita kan sudah mengadakan lomba karapan sapi tingkat kewedanaan. Dan hari ini tingkat kabupaten,” terangnya.

Pemenang lomba karapan sapi tingkat kabupaten akan diambil golongan menang tiga pasang dan golongan kalah tiga pasang.

Golongan menang maupun dari golongan kalah akan mewakili Kabupaten Sumenep di Piala Presiden RI.

Loading...

Pihaknya menegaskan, peserta lomba karapan sapi yang mengundang sapi di luar Kabupaten Sumenep secara otomatis langsung didiskualifikasi.

Sementara, Bupati Sumenep, A Busyro Karim, yang diwakili Sekretaris Daerah, Edy Rasiyadi menyampaikan, eksistensi karapan sapi adalah sebagai ikon identitas orang Madura yang harus terus dikembangkan.

“Karapan sapi telah banyak membawa citra Madura sebagai daerah yang memiliki tradisi dan budaya yang luar biasa. Lomba karapan sapi di Kabupaten Sumenep tiap tahun adalah wujud perhatian dan komitmen pemerintah daerah dalam melestarikan budaya karapan sapi,” ujarnya.

Pihaknya berharap kepada instansi terkait maupun paguyuban karapan sapi untuk terus memperkenalkan karapan sapi ke generasi muda di Sumenep, sehingga mereka paham dan bangga akan kekayaan warisan yang diberikan.

“Sesungguhnya ini dimulai dari paguyuban-paguyuban adat di masing-masing wilayah kecamatan, generasi muda telah dikembangkan oleh mereka, misalnya rata-rata nanti jokinya adalah anak-anak muda,” harapnya.

Pemerintah Kabupaten Sumenep juga akan terus berupaya mengembangkan budaya asli Madura, khususnya karapan sapi untuk bisa ke ajang nasional.

Selain itu, pemerintah juga akan mengadakan karapan sapi undangan atau karapan sapi dadakan untuk para wisatawan yang datang ke Sumenep.(*)


Penulis : Nanik Dwi Jayanti
Editor : Hartono

Komentar