oleh

4 Cara Efektif Dalam Memuji Anak

PortalMadura.Com – Orang tua sering kali abai untuk memuji hal-hal kecil yang dilakukan anak karena menganggap hal itu tidak begitu penting. Padahal, meskipun yang anak lakukan itu sesuatu yang terlihat kecil atau biasa saja tapi orang tua perlu dan wajib menghargai. Karena hal itu akan membuat si anak lebih ingin melakukan yang lebih baik lagi.

Pujian memang saat penting dilakukan orang tua pada anak saat melakukan hal baik, sekecil apapun. Namun yang perlu diingat, tetap harus memuji dengan cara yang benar. Sebagaimana dilansir PortalMadura.Com, Selasa (7/1/2020) dari laman haibunda.com yang dikutip dari buku Enlightening Parenting: Mengasuh Pribadi Tangguh, Menjelang Generasi Gemilang.

Berikut beberapa cara memuji anak yang efektif:

Memuji Perilaku, Usaha, dan Sikapnya, Bukan Karakteristik Orangnya

Perilaku, merupakan hasil usaha, bukan sesuatu yang melekat bersifat genetik dan tidak bisa diubah.

Memuji perilaku, usaha, dan sikap membuat anak merasa yakin bahwa ia mempunyai kendali atas perilakunya.

Baca Juga: 3 Kesalahan Yang Sering Dilakukan Orang Tua dalam Memuji Anak

Nyatakan Konsekuensi Positif dari Perilaku Itu

Ini maksudnya mengajarkan anak untuk memahami sebab akibat dari sebuah perbuatan.

Nyatakan dalam Kalimat Sederhana yang Mudah Dipahami

Menurutnya menyampaikan pujian dalam kalimat sederhana memberikan pesan yang jelas tentang perilaku yang diharapkan, tanpa berlebihan.

Tanamkan Keimanan untuk Siapa atau Apa Dia Memelihara Perilaku Baik Tersebut

Menanamkan keimanan menumbuhkan keyakinan bahwa perbuatan baiknya bukan hanya untuk menyenangkan orang lain, atau orang tuanya.

Contoh pujian yang efektif seperti, “Bagus sekali Kakak sudah meletakkan sepatu di rak sepulang sekolah. Rumah kita jadi rapi. Allah suka pada keindahan”.

Sedangkan pujian yang tidak efektif, ” Duh hebatnya anak Ayah. Paling keren sedunia. Sudah besar, pintar merapikan kamar. Jangan seperti kemarin ya, berantakan di mana-mana. Sakit mata ayah melihatnya.

Oh iya, dalam memuji sebaiknya tidak diikuti kritikan atas perilaku yang sudah terjadi di masa lalu. Ini hanya membuat pujian kehilangan artinya.

Rewriter: Desy Wulandari
Sumber: haibunda.com
Tirto.ID
Loading...

Komentar