oleh

4 Kesalahan Saat Siapkan Bekal Sekolah Anak, Perhatikan!

PortalMadura.Com – Membawa bekal ke sekolah bisa membantu anak lebih terjaga pola makannya. Karena, saat jam istirahat siang tiba, biasanya anak-anak akan mengonsumsi jajanan sekolah yang belum tentu terjamin kesehatan dan kebersihannya.

Tidak hanya bisa mengontrol jajanan yang dikonsumsi anak selama di sekolah, dengan membawa bekal juga akan menghemat pengeluaran atau uang saku yang dibawa. Tapi, tidak semua anak mau membawa bekal tersebut, mereka justru lebih suka jajanan di sekolah.

Sekalipun mau membawanya, kadang anak masih menyisakan nasi, lauk, atau bahkan sayur dalam kotak makan siang anak. Jika kebiasaan mendapati sisa makanan itu hanya sesekali saja mungkin tidak masalah, namun bagaimana jika sering?.

Eiiits,, jangan dulu memarahinya. Lihat dulu apa yang Anda masak, kemungkinan ada yang salah atau membuat anak merasa tidak nyaman dengan bekal yang dibawa.

Jadi, sebelum memarahinya karena hal ini, coba ingat-ingat dulu. Barangkali, beberapa hal ini pernah Anda lakukan saat membawakan bekal sekolah anak.

Yuk cek beberapa hal berikut ini:

Porsi Bekal Terlalu Banyak

Anda mungkin berniat untuk membuat anak kenyang dengan mengisi bekal lebih banyak. Tapi istirahat yang singkat, terlalu asyik mengobrol, bermain dengan teman-temannya, atau memang sudah kenyang kadang membuat anak enggan menghabiskan seluruh bekal makan siangnya.

Kalau hal ini terjadi hampir setiap hari, sebaiknya kurangi takaran porsi bekal sekolah anak lalu sesuaikan dengan seberapa banyak porsi makan siang yang biasanya dapat dihabiskan.

Untuk lebih memastikannya, Anda bisa menanyakan apakah porsi yang Anda berikan sudah cukup atau belum sembari sedikit mengingatkan, “Adik, porsi bekalnya sudah Ibu kurangi, jangan sampai nggak habis lagi, ya!”.

Kurang Menyeimbangkan Sumber Makanan

Seorang ahli gizi sekaligus penulis buku The Healthy Meal Prep Cookbook, Toby Amidor, MS, RD menyatakan, bahwa satu dari beragam kesalahan orang tua saat mebawakan anak bekal makan siang yakni memperbanyak porsi di salah satu sumber makanan saja.

Misalnya, dengan alasan agar anak kenyang maka Anda menambahkan sumber karbohidrat seperti kentang dan nasi; ataupun sumber protein dari buah dan sayur terkadang Anda lebihkan guna memenuhi asupan serat harian anak.

Loading...

Sebenarnya tidak sepenuhnya salah. Hanya saja, anak mungkin sudah keburu bosan dan berpikir “Kayaknya sudah dimakan dari tadi, tapi kenapa nggak habis-habis, sih?” Hal inilah yang akhirnya membuat anak memilih untuk tidak menghabiskan beberapa suapan terakhirnya.

Menu Makan yang Itu-itu Saja

Mengganti menu bekal mungkin akan menarik minat anak untuk membawanya. Hal ini juga membuat si anak agar tidak minder saat melihat teman-temannya yang dibekali dengan makanan yang berbeda setiap hari.

Padahal mungkin menurut Anda tidak ada yang salah dengan memberikan nasi putih, telur dadar, dan sayur kangkung sebagai bekal sekolah anak kemarin. Dilanjutkan dengan membekalkan nasi putih, telur orak-arik, dan sayur bayam untuk keesokan harinya. Bagi Anda sekilas tampak berbeda, tapi tidak untuk anak.

Baca Juga : Bekal Anak Sekolah, Ini Resep Nasi Tim Ayam Jamur Super Lezat

Secara tidak langsung, membawakan bekal sekolah anak sebenarnya mengasah kreativitas Anda. Hal ini karena setiap harinya Anda dituntut untuk berpikir harus menyajikan menu apa yang bisa membangkitkan selera dan nafsu makan anak.

Solusinya, jika memang ingin memberikan jenis lauk atau sayur yang sama, sebaiknya selingkan dalam beberapa hari dan ubah cara memasaknya. Misalnya, bila hari ini menunya adalah ayam goreng maka dua hari kemudian ganti dengan memberikan anak sup ayam.

Tidak Melibatkan Anak dalam Meracik Bekal Makan Siangnya

Pilihan anak untuk tidak menghabiskan sebagian bekal yang telah Anda siapkan bukan selalu karena ia tidak suka. Ketidaktahuan anak mengenai menu makanan yang tersedia di hadapannya kadang jadi faktor lain mengapa Anda masih saja menemukan sisa makanan dalam kotak bekalnya.

Sekarang perhatikan, sudahkah anak tahu jenis makanan apa saja yang dimakannya setiap hari?. Jika belum, jadikan ini sebagai ajang mengenalkan anak dengan berbagai lauk, sayur, dan buah.

Anda bisa mengajak anak berbelanja untuk memilih menu bekal sekolah beberapa hari ke depan, lalu libatkan anak memasak bersama di dapur. Langkah ini pun bermanfaat baik untuk mengajarkan berbagai nutrisi sehat yang penting untuk proses tumbuh kembang tubuhnya.

Beri penjelasan dalam bahasa yang mudah dimengerti dan cara yang menyenangkan, sehingga bisa membangkitkan semangat anak agar mau mencoba berbagai macam makanan.


Rewriter : Putri Kuzaifah
Sumber : hellosehat.com


Berita PortalMadura
Loading...

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

portalmadura.com tidak bertanggung jawab atas isi komentar yang ditulis. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE