PortalMadura.com

5 Akibat Buruk dari Gigitan Serangga, Apa Saja?

  • Minggu, 18 Maret 2018 | 19:00
5 Akibat Buruk dari Gigitan Serangga, Apa Saja?
Ilustrasi

PortalMadura.Com – Saat digigit serangga biasa akan timbul rasa gatal dan bentol. Namun terkadang bukan hanya itu, ada beberapa kasus yang hanya karena digigit serangga bisa mengakibatkan kelumpuhan.

Efek-efek tersebut biasanya muncul karena reaksi sistem imun terhadap beberapa senyawa atau racun yang ada pada gigitan serangga. Nah, oleh karena itu ada baiknya Anda jangan terlalu meremehkan hewan kecil ini.

Berikut beberapa efek langka yang bisa terjadi dari berbagai macam gigitan serangga:

Serangan jantung
Pada sebuah kasus yang dilaporkan tahun 2017 lalu ada seorang pria 45 tahun dari Inggris meninggal dunia akibat serangan jantung setelah disengat oleh tawon. Sang pria diduga mengalami reaksi alergi parah terhadap racun tawon.

Menurut peneliti yang melaporkan kasus ini alergi membuat plak pada pembuluh darah arteri sang pria menjadi pecah dan menyumbat jantungnya.

Ereksi
Racun dari spesies laba-laba brazil (Phoneutria nigriventer) bisa dibilang seperti ‘viagra’ alami. Pria yang digigit hewan ini dapat mengalami ereksi panjang yang menyakitkan akibat senyawa dalam racun bernama PnTx2-6 membuat darah mengalir lebih lancar ke penis.

Ilmuwan saat ini tengah meneliti apakah PnTx2-6 dapat dijadikan obat untuk disfungsi ereksi.

Alergi Daging
Coba bayangkan jika Anda seorang penggemar masakan daging tiba-tiba harus meninggalkan itu semua seumur hidup hanya karena kutu. Hal tersebut bisa terjadi pada orang-orang yang digigit oleh kutu lone star (Amblyomma americanum).

Kutu lone star dapat membuat seseorang terpaksa jadi vegetarian karena racunnya pada kasus langka dapat membangkitkan reaksi sistem imun terhadap molekul bernama alpha-gal. Molekul alpha-gal diketahui ada pada daging sehingga orang yang digigit kutu ini akan menjadi alergi terhadapnya.

Stroke
Kalau sebelumnya ada orang kena serangan jantung karena sengatan tawon, sebelumnya pada tahun 2016 seorang pria 44 tahun dari Ohio dilaporkan juga mengalami stroke gara-gara sengatan tawon di kaki.

Satu jam setelah disengat sang pria mengalami gejala stroke seperti kesulitan bicara dan kelumpuhan di satu sisi badan. Peneliti menduga hal ini terjadi karena racun dari tawon bisa membuat pembuluh darah mengejang sehingga aliran darah ke otak terganggu.

Lumpuh
Kebanyakan dari Anda mungkin pernah digigit oleh nyamuk dan memang diketahui kalau serangga satu ini sebagai penyebar penyakit. Nah, dari berbagai kondisi yang bisa disebarkan oleh nyamuk ada satu yang cukup langka yaitu kelumpuhan.

Pada tahun 2016 seorang pria dari Arizona mengalami kelumpuhan pada tubuh bagian bawahnya setelah terinfeksi oleh virus West Nile dari gigitan nyamuk. Hal ini terjadi karena virus berhasil menembus penghalang di otak dan membuat peradangan yang mengganggu kerja siste saraf. (detik.com/Desy)

Loading...
Advertisement
portalmadura'

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional