oleh

5 Cara Jaga Kualitas Skin Care agar Lebih Tahan Lama

PortalMadura.Com – Setiap orang dalam menggunakan produk makeup perlu mengetahui masa kedaluwarsanya, tidak terkecuali produk skin care. Sebab jika tidak diketahui, tentu akan terjadi berbagai masalah kulit dan bisa menurunkan kualitas dari skin care tersebut.

Nah, daripada barang itu terbuang percuma atau mubazir maka sebaiknya Anda menyimpannya dengan baik. Berikut tips menjaga kualitas skin care agar tahan lama:

Gunakan Spatula untuk Mengambil Produk
Untuk menjaga kualitas skin care, pencegahan terhadap kontaminasi produk penting untuk dilakukan. Salah satu caranya adalah dengan menggunakan spatula kosmetik. Hal ini berlaku untuk produk yang memiliki kemasan berbentuk jari.

Sebenarnya, produk skin care umumnya diformulasikan dengan kandungan bahan pengawet yang cukup kuat. Sehingga tidak terlalu jadi masalah jika Anda ingin mengambil produk menggunakan jari asalkan Anda telah membersihkan jari dengan baik. Namun, untuk berjaga-jaga agar lebih higienis lagi, rasanya tips ini tidak ada salahnya untuk dicoba, kan?.

Simpan Produk pada Tempat yang Sejuk, Kering dan Bebas dari Sinar Matahari
Umur sebuah produk skin care juga dipengaruhi oleh cara penyimpanan produk tersebut. Jika Anda memilki kebiasaan menyimpan produk skin care dalam kamar mandi, coba lebih berhati-hati lagi. Kelembapan kamar mandi dapat membuat bakteri dan jamur berkembang dengan cepat.

Nah, jika Anda biasa menyimpan produk skin care pada meja rias, pastikan produk terbebas dari sinar matahari karena dapat berpengaruh terhadap perubahan warna dan tekstur produk. Maka dari itu, simpan produk pada tempat yang kering, sejuk, dan bebas dari sinar matahari agar kualitasnya selalu terjaga.

Catat Tanggal Produk di Buka
Selain expired date, ada 1 hal lagi yang perlu Anda perhatikan dari kemasan skin care, yaitu shelf life. Informasi ini bertujuan untuk mengetahui berapa lama umur produk setelah kemasannya di buka. Umur produk yang telah dibuka akan lebih singkat dibandingkan dengan umur produk yang masih tertutup.

Loading...

Jadi, bila terdapat tulisan 6M, Anda sebaiknya mengganti produk bila sudah dibuka selama 6 bulan meskipun tanggal kedaluwarsanya masih 1 atau 2 tahun lagi. Nah, supaya tidak kebablasan, biasakan untuk mencatat tanggal pembukaan produk pada botol skin care.

Pilih Produk dengan Kemasan Kecil
Membeli skin care dalam kemasan yang besar memang dapat membuat Anda lebih berhemat. Namun, akan timbul risiko produk terkontaminasi yang lebih besar karena produk terbuka dalam waktu yang lebih lama.

Selain itu, juga akan ada risiko formula skin care yang digunakan terlanjur bereaksi dan menjadi tidak stabil sebelum Anda sempat menghabisnya. Agar lebih aman, gunakan skin care dengan kemasan produk kecil yang sekiranya dapat habis dalam waktu 3-6 bulan.

Perhatikan Kandungan Skin Care
Bahan-bahan yang terkandung dalam skin care tentu akan memengaruhi daya simpan produk. Skin care dengan kandungan air sangat rentan terkontaminasi oleh bakteri dan jamur. Hal ini membuat produk dengan kandungan air memiliki daya simpan yang pendek dan sebaiknya tidak disimpan selama lebih dari 6 bulan.

Berbeda dengan air, kandungan anti-oksidan dalam skin care justru dapat memberikan sedikit perlindungan tambahan pada produk skin care. Anti-oksidan seperti vitamin E dapat meningkatkan stabilitas produk dengan cara memperlambat oksidasi. Sedangkan untuk produk yang memiliki active ingredients seperti exfoliator, serum, atau eye cream, memiliki sensitivitas yang tinggi.

Saat terpapar udara, produk dapat mengalami oksidasi yang berujung pada menurunnya efektivitas produk. Untuk menjaga kualitas skin care dengan kandungan aktif, simpan produk tersebut dalam lemari es.(Vemale.com/Putri)


Berita PortalMadura
Loading...

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

portalmadura.com tidak bertanggung jawab atas isi komentar yang ditulis. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE