oleh

5 Cara Menenangkan Anak dalam Situasi Buruk

PortalMadura.Com – Menghadapi hidup dengan atau tanpa pilihan harus berbagai kondisi dan situasi. Ada kalanya rencana yang Anda buat tidak sesuai dengan harapan, bahkan bisa sebaliknya.

Kekecewaan dan kesedihan merupakan kenyataan di mana Anda harus bisa mengatasi perasaan dan menenangkan diri sendiri. Sebagian orang bisa menghadapi stres, tekanan dan kesedihan dengan kepala dingin. Sebagian lagi, mungkin harus berjuang mati-matian dan butuh waktu lama.

Keterampilan menenangkan diri sendiri tidak muncul begitu saja dalam semalam. Perlu dilatih sejak masa kanak-kanak sebagai keterampilan yang kelak akan menjadi bekal yang sangat bermanfaat menghadapi situasi yang tak sesuai harapan.

Seperti dilansir popmama.com dikutip dari understood.org, berikut ini ada beberapa cara mengajarkan anak teknik menenangkan diri sendiri. Yuks simak dibawah ini.

Ajarkan Anak Teknik Bernapas Ritme Tenang dan Dalam
Secara alami, napas manusia menjadi pendek dan cepat saat dalam tekanan. Tak jarang menjadi sesak karenanya. Hal yang pertama kali perlu diajarkan pada anak dalam menghadapi situasi ini adalah dengan mengambil napas dalam-dalam secara perlahan-lahan.

Mulailah dengan mengambil napas lewat hidung, tahan sejenak. Kemudian hembuskan lewat mulut dan ulangi beberapa kali. Teknik ini mungkin sederhana dan tampak sepele, tetapi terbukti dapat menenangkan dan mengurangi rasa stres.

Belajar Memvisualisakan Pikiran yang Bikin Nyaman
Segala emosi di dada tentu membuat pikiran jadi semrawut. Hal ini bisa berdampak pada rasa tak nyaman di tubuh. Untuk mengatasinya, bantu anak memvisualisasikan tempat atau kegiatan yang tenang dengan mata terpejam, misalnya pantai.

Bantu anak dengan teknik visualisasi yang benar. Jika memilih pantai sebagai tempat tenang, ajak anak menutup mata, mengatur napas dan membayangkan suara dan aroma tempat tersebut.

Setelah itu, bantu anak membayangkan suara ombak yang berdesir pelan, aroma pasir dan air laut, atau pun detil-detil sensorik yang berhubungan dengan tempat favoritnya. Dengan membayangkan tempat tenang, pikiran-pikiran buruk akan mereda dengan sendirinya.

Ajak Anak Mencari Cara Melepaskan Ketegangan Fisik
Ketika dalam kondisi tertekan, seseorang akan berada dalam kesedihan atau perasaan bergejolak yang tidak nyaman. Secara fisik hal ini menimbulkan ketegangan. Menggenggam erat atau meremas benda dapat membantu anak melepaskan ketegangan yang dirasakannya, misalnya bola, tanah liat, memeluk boneka atau orang lain.

Baca Juga: Berujung Somasi, Hoaks Pasien Suspect Virus Corona di Sampang

Jika anak Anda sedang stres, ajarkan anak untuk melampiaskannya dengan benar, bukan dengan merusak barang-barang yang ada. Tindakan ini akan mengalihkan perhatian yang menyebabkan kecemasan dan menjadi sarana agar anak merasa lebih santai.

Membiasakan Meredakan Ketegangan dengan Melakukan Aktivitas Fisik
Olahraga bisa menjadi cara yang bagus untuk menyalurkan ketegangan saraf. Selain itu, aktivitas fisik akan melepaskan endorfin yang baik untuk meningkatkan mood anak. Sarankan anak untuk melompat-lompat, berlari beberapa putaran di halaman atau kegiatan fisik apapun yang bisa menjadi pelepas emosinya.

Memberikan Arahan Tentang Teknik Sugesti Positif
Ketika menghadapi tantangan seperti ujian akhir semester, ajarkan strategi sugesti positif. Ajak anak berdiskusi tentang ketakutannya dan temukan mantra yang sugestif untuk terus-menerus diulang oleh anak, misalnya, “Aku bisa menyelesaikannya,” atau “Aku kuat.”

Satu hal yang tak kalah penting dalam mengajarkan anak keterampilan menenangkan diri sendiri adalah menjadi role model bagi anak-anak kita. Bagaimana orangtua menghadapi stres akan memengaruhi bagaimana anak belajar mengatasinya. Anak akan menyerap apa yang dilakukan orangtuanya, sebagai contoh cara untuk menenangkan dirinya sendiri kelak.

Rewriter : Nurul Hijriyah
Sumber : popmama.com
Tirto.ID
Loading...

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

portalmadura.com tidak bertanggung jawab atas isi komentar yang ditulis. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE