oleh

6 Cara Efektif Hadapi Si Kecil yang Keras Kepala

PortalMadura.Com – Tidak sedikit dari orang tua yang merasa kewalahan saat menghadapi buah hatinya yang berubah menjadi keras kepala atau suka melawan. Misalnya anak malas belajar, malas mandi, tidak mau makan, dan kabur saat diperintah untuk tidur siang.

Anak yang bersikap seperti itu tentu bisa meluapkan emosi setiap orang tua, bahkan mereka bakal marah-marah dan menyerah dengan sikap tantrum si kecil. Sebelum orang tua melakukan hal tersebut, perlu disadari bahwa perilaku buruk anak bisa disebabkan karena si kecil melihat contoh yang sama.

Maka dari itu, sebaiknya Anda lebih hati-hati jika bersikap di depan anak, karena anak-anak sangat mudah meniru orang di sekitarnya. Anda tidak perlu marah-marah, kunci utamanya adalah kesabaran. Selain itu, menanggapi luapan emosinya juga bisa menjadi salah satu cara untuk menghadapi anak yang keras kepala. Hal tersebut bukan berarti Anda menyerah dengan setiap permintaan si kecil, tetapi justru bentuk sikap tegas sekaligus menunjukkan kasih sayang terhadapnya, seperti yang dikutip dari Kumparan.com, Minggu (8/9/2019).

Nah, berikut ini enam cara efektif menghadapi anak keras kepala dan suka melawan tanpa harus marah-marah:

Dengarkan Kemauan Anak

Komunikasi dengan anak adalah hal terpenting dalam menghadapi sikap keras kepalanya. Komunikasi ini tentu harus dua arah. Jika Anda ingin si kecil mendengarkan Anda, maka yang harus dilakukan adalah mau mendengarkannya terlebih dahulu. Sebab, anak keras kepala cenderung memiliki pendapat yang kuat dan senang berdebat demi keinginannya terpenuhi.

Hindari Memaksa Anak

Ketika Anda cenderung memaksa anak untuk melakukan sesuatu, biasanya si kecil akan memberontak dan melakukan apa yang seharusnya tidak mereka lakukan. Hal ini termasuk dalam bentuk pertentangan yang menjadi salah satu ciri umum dari anak keras kepala.

Misalnya, Anda memaksa anak yang berusia enam tahun untuk berhenti menonton televisi dan memintanya segera beranjak tidur. Hal ini sebenarnya tidak akan membantu, malah akan memicu perlawanan dari si kecil. Sebaliknya, saat Anda menunjukkan perhatian dengan apa yang anak tonton, maka si kecil akan memberikan respons tertentu dan lebih merasa nyaman.

Loading...

Baca Juga: Ini 5 Trik Didik Anak Agar Mandiri, Tak Manja dan Keras Kepala

Berikan Anak Pilihan

Pada dasarnya, anak-anak memiliki jalan pikirannya sendiri dan tidak suka diberi tahu tentang apa yang harus dilakukan. Contohnya, Anda menyuruh si kecil untuk tidur saat mereka sedang asyik menonton TV. Jawaban yang mungkin Anda dengar adalah kata ‘tidak’. Ini sama halnya bila Anda memberikan mainan yang tidak disukai oleh si kecil, maka jawabannya mungkin akan sama.

Untuk menghadapi anak keras kepala ini, gunakan cara-cara khusus dengan memberikannya pilihan. Misalnya, saat Anda menginginkan si kecil tidur dan melepaskannya dari televisi, coba berikan mereka pilihan buku cerita mana yang akan anak pilih untuk didongengkan sebelum tidur.

Hadapi dengan Tenang

Kunci utama menghadapi anak keras kepala adalah bersikap tenang dan sabar. Jika Anda cenderung marah-marah atau membentak, sikap tersebut justru akan memperburuk keadaan dan malah membuat si kecil semakin melawan.

Lakukan berbagai kegiatan yang dapat membantu Anda menjadi lebih tenang, seperti meditasi, olahraga, mendengarkan musik, atau aktivitas lainnya yang bisa meningkatkan suasana hati Anda.

Pahami Kemauan Si Kecil

Kalau Anda ingin anak-anak menghormati orang tuanya, maka Anda juga harus bisa memahami kemauan si kecil. Perhatikan perasaan anak dan dengarkan ide-ide brilian yang mereka punya. Sebisa mungkin, biarkan anak Anda mengeksplor dunianya. Tetapi ingat, tetap awasi semua kegiatan si kecil.

Ajak Anak Bekerja Sama

Dibandingkan Anda menyuruh-nyuruh si kecil untuk melakukan suatu hal, sebaiknya Anda mengajak Anak untuk bekerja sama. Sebab, sekeras apa pun sikap anak, percayalah bahwa Anda mampu mengatasinya dengan sikap tenang. Dengan demikian, anak yang keras kepala kelak akan berubah menjadi anak yang lebih disiplin dan penurut.


Rewriter : Salimah
Sumber : kumparan.com

Komentar