oleh

7 Cara Selamatkan Ibu Hamil dari Bencana

PortalMadura.Com – Bencana bisa terjadi kapan dan dimana saja tanpa bisa diprediksi, seperti gempa 7,4 SR berpotensi tsunami yang baru-baru ini terjadi di Banten. Kejadian ini pasti membuat panik warga yang berada di lokasi terlebih bagi ibu yang lagi hamil.

Dalam kondisi hamil seorang ibu biasanya akan panik dan mudah stres. Sehingga akan berdampak buruk pda bayi yang dikandungnya. Menurut Asim Shah, profesor dan wakil ketua eksekutif departemen psikiatri di Baylor College of Medicine, ibu hamil pada dasarnya sudah mengalami stres kehamilan. Nah, stres bisa diperparah jika ibu berada di tengah bencana.

Butuh waktu lama untuk sembuh dari trauma pasca bencana. Jika bencana membuat ibu hamil kehilangan kerabat atau harta berharga, jangka waktu sembuh dari trauma akan lama. Oleh karena itu, bagi ibu hamil lakukan beberapa cara ini ketika bencana datang. Sebagaimana dilansir PortalMadura.Com dari laman haibunda.com yang mengutip dari Centers for Disease Control and Prevention.

Berikut ini caranya:

1. Jika sudah ada tanda melahirkan, segera telepon nomor darurat atau pergi ke rumah sakit jika keadaan aman

Loading...

2. Jika harus dievakuasi dari rumah, siapkan kebutuhan yang penting untuk kehamilan dan proses persalinan jika memang Hari Perkiraan Lahir (HPL) sudah dekat.

3. Jika tinggal di pengungsian, cepat beri tahu pekerja atau relawan di sana tentang kondisi Bunda termasuk keluhan yang dirasa.

Baca Juga: Kapal Karam di Pulau Mandangin Sampang, Satu ABK Tewas

4. Jika memiliki vitamin dan obat-obatan yang diberikan oleh dokter saat bencana, segera minum sesuai ketentuan.

5. Sebagai bentuk perlindungan, sering cuci tangan dan hindari orang-orang yang sakit.

6. Ikuti dan patuhi petunjuk yang diberi petugas saat bencana terjadi

7. Untuk menghindari stres fisik, sering-sering minum air dan istrirahat cukup. Untuk mengurangi stres, bicaralah pada tenaga kesehatan terkait atau keluarga terdekat

Nah, untuk Bunda yang sedang hamil saat bencana terjadi, jangan panik ya. Pastikan Bunda selalu didampingi oleh keluarga dan suami untuk membantu dalam segala hal.

 


Rewriter: Desy Wulandari
sumber : haibunda.com

Komentar