oleh

7 Ciri Penipuan Online Berkedok Upload Selfie dan KTP

PortalMadura.Com – Saat ini proses registrasi sejumlah layanan online biasanya meminta pengguna mengonfirmasi identitas dengan mengunggah selfie (swafoto) yang menunjukkan wajah berikut KTP miliknya. Hal ini dirasa efektif dan memudahkan pengguna untuk membuktikan identitas dirinya.

Namun, hal ini memberi peluang bagi penipu yang menggunakan teknik phising. Sebagaimana dilansir PortalMadura.Com, Kamis (5/9/2019) dari laman liputan6.com yang mengutip dari Kaspersky.

Jika lebih teliti, penipuan online akan dapat dikenali dengan jelas. Hampir semua dugaan email phising dan situs web selalu memiliki banyak elemen mencurigakan, seperti berikut ini:

Error dan Kesalahan Ketik

Email dan formulir entri data pada aksi phising biasanya tidak akan tertulis dengan baik. Situs web resmi dan email organisasi besar tentu sudah sepatutnya terhindar dari kesalahan tata bahasa dan kesalahan ketik.

Alamat Email Pengirim Mencurigakan

Pesan penipuan kerap datang dari alamat yang terdaftar pada layanan email gratis atau milik perusahaan tanpa afiliasi dan apa pun dengan yang disebutkan dalam email.

Nama Domain Tidak Sesuai

Bahkan jika alamat email pengirim terlihat benar, situs yang menyokong formulir phishing cenderung berlokasi pada domain tidak terkait atau mencurigakan.

Loading...

Batas Waktu Sangat Ketat

Penulis email penipuan akan melakukan apa pun untuk mendesak si target, misalnya dengan mengklaim bahwa tautan akan kedaluwarsa dalam 24 jam. Teknik ini sering digunakan karena rasa urgensi akan menyebabkan banyak orang bertindak tanpa berpikir.

Baca Juga: Lima Kali Digauli Pacar Sambil Dicekoki Miras, Kini Wanita Madura Hamil 5 Bulan

Kembali Meminta Informasi yang Sudah Diberikan

Berhati-hatilah jika setidaknya sebagian dari informasi yang diminta (misalnya, alamat email atau nomor telepon) adalah sesuatu yang sudah diberikan saat melakukan registrasi.

Menuntut

Banyak layanan menawarkan fitur-fitur canggih, termasuk berkaitan dengan keamanan. Imbalannya yaitu informasi pribadi tentang pengguna. Biasanya bentuk tawaran seperti itu bisa ditolak.

Namun sebuah formulir yang terbuka dari tautan pada beberapa email penipuan, hanya memiliki satu tombol, seolah-olah menyarankan bahwa tidak ada pilihan selain mengunggah swafoto.

Tidak Ada Informasi Terkait di Situs Web Resmi

Pengguna mungkin benar-benar harus mengonfirmasi identitasnya. Namun itu pengecualian, bukan sebuah aturan, dan detail mengenai segala sesuatunya harus tersedia di situs web resmi layanan.


Rewriter: Desy Wulandari
Sumber: liputan6.com

Berita PortalMadura Aplikasi Android PortalMadura
Loading...

Komentar