oleh

7 Warga Pulau Kangean Dipolisikan

SUMENEP (PortalMadura) – Tujuh warga Desa Bilis-bilis dan Batu Guluk, Kecamatan Arjasa pulau Kangean Sumenep, Madura, Jawa Timur di laporkan ke polisi oleh pengelola APMS daerah setempat. Ketujuh warga tersebut dianggap telah merampas pasokan BBM dari pertamina ke APMS (Agen Premium Minyak dan Solar).

Menurut Ahmad Yani (30), warga setempat, mengatakan, kejadian tersebut bermula saat warga kangean sedang mengalami krisis BBM, ketika warga melihat ada kapal pemasok BBM akan sandar di pelabuhan Batu Guluk, warga langsung menghadang dan meminta untuk melayani pembelian BBM tersebut. Namun oleh muspika setempat, warga diminta bersabar dan melakukan di dispenser, warga akhirnya menurut dan membeli BBM di dispenser,

Akibat ulahnya itu, saat ini warga dilaporkan ke Mapolres Sumenep oleh pengelola APMS, karena warga dianggap telah mencederai kewenangan pengelola APMS yang ada di daerah setempat. Dan pengelola APMS menuding warga telah merampas BBM jenis premium yang dipasok pertamina, dan pihak pengelola APMS telah melaporkan tindakan warga itu sebagai bentuk perlawanan hukum.

“Kalau boleh kita menilai, tindakan pengelola APMS yang telah melaporkan warga kepada polisi, sebuah tindakan yang sangat egois, karena dalam membeli BBM warga sudah sepakat dengan muspika setempat untuk membeli, tapi mengapa kok warga masih di tuduh merampas BBM,” kata Yani, pada PortalMadura dihubungi via telepon selulernya, dari Sumenep, Minggu (5/1/2013).

Yani menambahkan, saat ini tujuh warga Desa Bilis-bilis dan Batu Guluk, sudah menerima surat panggilan dari kepolisian, dalam surat panggilan itu status tujuh warga kepulauan tersebut, sebagai saksi. Karena mereka merasa tidak bersalah dalam kejadian itu,  mereka belum dapat memenuhi panggilan petugas kepolisian.

Sementara, Kabag Ops Polres Sumenep, Kompol Edy Purwanto, membenarkan adanya laporan tersebut. Pihaknya mengaku akan menjemput paksa 7 warga kepulauan yang dilaporkan pengelola APMS. Namun hal itu belum bisa dilakukan, karena terkendala cuaca ekstrim.

“Pasti akan kita jemput mereka, namun untuk saat ini kami belum bisa melakukannya, karena cuaca dilaut tidak mendukung,” pungkasnya.(udien/htn)


Tirto.ID
Loading...

Komentar