PortalMadura.com–Delapan dari sebelas pejabat eselon II di lingkungan Pemerintah Kabupaten Sumenep dinyatakan lolos seleksi administrasi dalam proses seleksi terbuka pengisian jabatan Sekretaris Daerah (Sekda), Selasa (3/2/2026). Tiga pendaftar lainnya gugur karena tidak memenuhi persyaratan administratif.
Pengumuman resmi tertuang dalam Surat Nomor 9/PANSEL.JPT PRATAMA-SMP/II/2026 yang dikeluarkan Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Sumenep. Kepala BKPSDM Sumenep Benny Irawan menyatakan, delapan pejabat yang lolos akan mengikuti tahap asesmen kompetensi di Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Provinsi Jawa Timur, Rabu (4/2/2026).
“Standar asesmen mengikuti ketentuan BKD Jawa Timur, meliputi Computer Assisted Test (CAT), wawancara kompetensi, dan penilaian lainnya,” ujar Benny di Sumenep, Selasa siang.
Delapan pejabat yang lolos seleksi administrasi adalah:
1. Arif Firmanto – Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah
2. R. Abd. Rahman Riadi – Kepala Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan, dan Perlindungan Anak
3. Erie Susanto – Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang
4. Agus Dwi Saputra – Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa
5. Achmad Dzulkarnain – Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik
6. Chainur Rasyid – Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian
7. Ferdiansyah Tetrajaya – Kepala Badan Pendapatan Daerah
8. Mohammad Iksan – Kepala Dinas Pendidikan
Proses seleksi terbuka ini digelar untuk mengisi kekosongan jabatan Sekda Sumenep yang akan segera pensiun. Panitia seleksi menegaskan seluruh tahapan berjalan transparan dan sesuai regulasi kepegawaian nasional. Hasil asesmen di Surabaya akan menjadi dasar penentuan tiga besar calon yang kemudian direkomendasikan kepada Bupati Sumenep untuk dipilih salah satu sebagai Sekda definitif.
Hingga kini, seluruh pejabat yang lolos tetap menjalankan tugas rutin di instansi masing-masing sambil menunggu hasil tahap selanjutnya. BKPSDM Sumenep memastikan tidak ada intervensi politik dalam proses seleksi yang berlangsung hingga pertengahan Februari 2026 ini.





