oleh

99 Hari Kerja Bupati Busyro Karim Dinilai ‘Membiarkan’ Rumah Esek-Esek

PortalMadura.Com, Sumenep – Program 99 hari kerja Bupati Sumenep, Madura, Jawa Timur, A Busyro Karim dinilai ‘membiarkan’ rumah esek-esek (bordil) disejumlah tempat. Salah satunya, ada di wilayah Kecamatan Batuan.

Salah seorang warga Kecamatan Batang-Batang, Sumenep, Sugik (35) mengatakan, praktek esek-esek yang menggunakan rumah warga berjalan dengan aman tanpa ada pengawasan dari aparat penegak hukum. Warga juga seperti tak peduli dengan rumah bordil itu.

“Berarti program 99 kerja bupati belum menyentuh sepenuhnya terhadap persoalan moral. Lucu kalau Sumenep yang dikenal dengan kota santri ada praktek esek-esek yang terang-terangan dijalankan oleh masyarakat,” kata Sugik pada PortalMadura.Com, Sabtu (9/4/2016).

Ia mengaku tahu tempat esek-esek itu hanya kebetulan. “Awalnya saya tidak tahu kalau ada lokalisasi juga di Sumenep. Saya lewat disatu tempat di wilayah Batuan, ternyata warga dilingkungan itu sudah tahu kalau menyediakan pekerja seks komersial. Saya heran kenapa bisa aman beroperasi,” katanya heran.

Loading...

Banyak perempuan di tempat tersebut. Bahkan, puluhan sepeda motor parkir di belakang sebuah rumah yang didalamnya dijadikan tempat “mesum”. “Saya tidak tahu apakah perempuan itu bermukim disana atau dipanggil saat ada pria hidung belang yang membutuhkan jasanya,” ujarnya. (baca : Praktek Esek-Esek Terselubung di Sumenep)

Ia pun berharap pada pemerintahan Busyro agar tegas melakukan tindakan pada rumah-rumah yang menyediakan PSK. “Saya yakin, tidak hanya di Batuan. Tapi, ditempat lain juga ada yang menjalankan bisnis haram ini. Sepertinya bukan rahasia lagi, karena sudah banyak yang membicarakan lokalisasi di Sumenep,” tandasnya.(Hartono)



whatsapp share top ten article
Loading...
Loading...

Komentar