Karapan Sapi Tanpa Kekerasan Sulit Terwujud di Madura

Karapan Sapi Tanpa Kekerasan Sulit Terwujud di Madura
ilustrasi (kompas.com)

PortalMadura.Com, Pamekasan – Karapan sapi tanpa kekerasan yang sempat menjadi wacana di Madura kini diprediksi sulit terwujud.

Sekretaris Badan Perwakilan Wilayah IV Pamekasan, Moh Muhyi mengatakan, hingga saat ini masih kesulitan untuk diterapkan di empat kabupaten di Madura.

“Saya pikir sulit terlaksana, apalagi pada tingkat karapan sapi Piala Presiden atau yang dikenal gubeng, umumnya masih menggunakan kekerasan,” terang Muhyi, Sabtu (2/6/2018).

Sulitnya karapan sapi tanpa kekerasan tersebut karena pada lapisan bawah seperti karapan tingkat kewedanan justru masih menggunakan alat paku.

Menurutnya, karapan sapi tanpa kekerasan mustahil terwujud selama masyarakat belum memiliki kesadaran pribadi untuk melaksanakanya.

Disamping itu, tanpa adanya unsur paku atau kekerasan sapi yang dijadikan karapan juga tidak akan cepat bergerak.

“Masalahnya, mayoritas pemilik sapi sudah terlanjur terbiasa dengan kekerasan,” paparnya.

Karapan sapi yang akan dilaksanakan pada Oktober 2018 diprediksi masih menggunakan peralatan sejenis paku. Namun kedepan, pihaknya masih berharap agar karapan sapi tanpa kekerasan tetap bisa terlaksana.(Hasibuddin/Nanik)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses