PortalMadura.Com, Sumenep – ‘Pentol Adam’, begitu sebutan para santri bila hendak membeli jajanan berupa pentol di sebuah warung yang berdiri di Desa Ketawang Larangan, Kecamatan Ganding, Kabupaten Sumenep, Madura.
Penyebutan ‘Pentol Adam’ merujuk pada sang penjualnya, bapak Adam yang merintis usahanya sejak tahun 1990-an silam. Berkat ketekunan dan kemampuannya mempertahankan rasa khasnya, kini omzetnya bisa tembus hingga Rp21 juta dalam sebulan.
“Kalau lagi laris-larinya, bisa mendapatkan Rp21 juta (pendapatan kotor) dalam sebulan,” kata Adam ditemui PortalMadura.Com, Kamis (10/11/2022).
Umumnya, pelanggan tetapnya adalah santri dari 4 kecamatan, yakni santri dari wilayah Kecamatan Ganding, Guluk-Guluk hingga mampu menghipnotis para santri dari Kecamatan Pragaan dan Pasongsongan.
Mereka tidak perlu merogoh saku terlalu dalam. Cukup Rp5 ribu sudah mendapatkan Pentol Adam idamannya. Rata-rata perharinya, Adam mampu meraup omzet kisaran Rp700 ribu hingga Rp900 ribu. “Ini tak pernah saya bayangkan sejak merintis,” ucapnya.
Uniknya, diawal merintis ia justru was-was dan takut tidak laku. Ia pun tidak melibatkan istrinya dalam proses pembuatan pentol. “Sangking takutnya, saya membuat adonan pentol tengah malam, tanpa melibatkan istri,” kenangnya.
Kini, usaha Adam tergolong sukses dan sudah mempunyai pelanggan tetap. Ia pun bersyukur karena mampu menutupi kebutuhan rumah tangganya dari status sebagai penjual pentol. “Alhamdulillah, rejeki dari jualan pentol cukup untuk kebutuhan sehari-hari,” pungkas Adam yang enggan menyebutkan resep pentol buatannya.(*)