Dukun Cabul Sumenep Asal Prenduan Ditangkap Polisi

Dukun Cabul Sumenep Asal Prenduan Ditangkap Polisi

PortalMadura.Com, Sumenep – Pelaku pencabulan berkedok sebagai dukun pijat ditangkap Polres Sumenep, Madura, Jawa Timur.

Pelaku berinisial MS (45) warga Dusun Drusah, Desa Prenduan, Kecamatan Pragaan, Kabupaten Sumenep.

Unit Resmob dipimpin Ipda Sirat, meringkus pelaku, Sabtu (20/7/2024) sekira pukul 22.30 WIB.

Dugaan pencabulan itu menimpa MH (25) yang hendak memijat kakinya setelah kecelakaan.

Korban datang ke rumah pelaku bersama ponakannya. Karena masih ada pasien lain, maka korban ikut antri.

Tiba gilirannya, korban masuk ke tempat prakteknya dan keponakannya menunggu di luar.

Kapolres Sumenep AKBP Henri Noveri Santoso menjelaskan, korban menyampaikan keluhannya dan berkata kepada pelaku, “Saya mau pijat kaki, karena masih belum bisa dibuat jalan kerena kecelakaan”.

“Lalu pelaku memegang pergelangan kaki sebelah kanan dan pindah kelutut sambil memijat paha sampai kepinggang. Tiiba-tiba memasukkan jari tengah ke dalam vagina korban,” terangnya, Selasa (23/7/2024).

Korban langsung berontak teriak sambil bangun dan lari keluar mengambil sepedanya sambil menangis.

Aksi dukun cabul tersebut terjadi pada Kamis (20/6/2024) sekira pukul 10.00 WIB.

Hasil introgasi polisi, pelaku mengakui bahwa melakukan tindak kekerasan seksual terhadap korban dengan maksud untuk memuaskan nafsu biologisnya.

Polisi mengamankan barang bukti diantaranya satu buah jaket sweater warna hitam bertulisan save ties warna putih.

Satu buah rok panjang warna hitam, satu buah daster warna putih motif bunga warna ungu bertulisan beautiful serta terdapat gambar boneka.

Selain itu, satu buah kerudung warna merah marun dan satu buah celana dalam warna putih motif bunga.

Akibat perbuatannya, pelaku dijerat Pasal 6 huruf b Undang Undang RI No. 12 tahun 2022 tentang Tindak Pidana Kekerasan Seksual.(*)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses