Waspada! Cuaca Ekstrem Ancam Sumenep Jelang Tahun Baru 2026

Avatar of PortalMadura.com
Waspada! Cuaca Ekstrem Ancam Sumenep Jelang Tahun Baru 2026
Waspada! Cuaca Ekstrem Ancam Sumenep Jelang Tahun Baru 2026

PortalMadura.comMasyarakat Kabupaten Sumenep diminta meningkatkan kewaspadaan menghadapi potensi bencana alam akibat cuaca ekstrem yang diprediksi melanda sejak pertengahan Desember 2025 hingga awal Januari 2026. Imbauan ini disampaikan langsung oleh Bupati Sumenep, Achmad Fauzi Wongsojudo, merujuk pada proyeksi terkini dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG).

“Kami tidak ingin bencana terjadi di Kabupaten Sumenep, namun sikap waspada perlu dilakukan sejak dini,” tegas Bupati Fauzi kepada Maduraindepth, Rabu (3/12/2025).

Menurut BMKG, periode 28 Desember 2025 hingga 10 Januari 2026 berpotensi diwarnai curah hujan sangat tinggi—antara 300 hingga 500 milimeter per bulan—di sebagian besar wilayah Jawa, Bali, Nusa Tenggara, hingga Papua Selatan. Fenomena ini dipicu oleh aktifnya Monsun Asia yang diperkuat oleh anomali atmosfer seperti Madden Julian Oscillation (MJO), gelombang Kelvin, dan Rossby Equator, serta seruak dingin Siberia.

Kepala BMKG, Teuku Faisal Fathani, menyebut bahwa jenis bencana yang perlu diwaspadai meliputi hujan ekstrem, angin kencang, petir merusak, puting beliung, hujan es, dan jarak pandang terbatas yang dapat mengganggu transportasi darat, laut, maupun udara.

Dalam responsnya, Bupati Fauzi menekankan bahwa mitigasi bencana adalah tanggung jawab bersama. “Langkah-langkah sederhana seperti membersihkan saluran air, tidak membuang sampah sembarangan, memangkas pohon rawan tumbang, serta memantau kondisi lingkungan saat hujan deras sangat penting,” ujarnya.

Pemerintah daerah, lanjutnya, telah mempersiapkan langkah antisipasi, namun efektivitasnya bergantung pada partisipasi aktif masyarakat. Ia juga mengingatkan warga yang berencana bepergian selama libur akhir tahun agar memantau informasi cuaca secara berkala dan menghindari perjalanan jika kondisi dinilai membahayakan.

BMKG juga mengingatkan potensi munculnya Bibit Siklon Tropis di wilayah selatan Indonesia, termasuk Jawa, Bali, NTT, NTB, hingga Papua. Meski Indonesia umumnya berada di luar jalur siklon, anomali cuaca global seperti yang terjadi saat Siklon Senyar di Aceh menunjukkan bahwa pola iklim bisa berubah secara ekstrem.

Masyarakat diminta tetap tenang, tidak panik, namun disiplin menjaga keselamatan diri dan lingkungan selama masa kritis ini. Koordinasi antara pemerintah daerah, instansi terkait, dan warga dinilai kunci utama dalam meminimalkan risiko bencana jelang pergantian tahun.

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses