PortalMadura.com–PT Pos Indonesia memperkuat layanan penyaluran Bantuan Langsung Tunai Sementara (BLTS) dengan menambah tenaga personel dan memperpanjang jam operasional kantor pos. Langkah ini diambil untuk memastikan bantuan tersalurkan tepat waktu dan tepat sasaran dalam sisa waktu tiga hari menjelang akhir tahun 2025.
Pelaksana Tugas (Plt) Direktur Utama PT Pos Indonesia, Haris, menegaskan bahwa masyarakat tidak perlu berkerumun di kantor pos karena jadwal penyaluran telah diatur secara bertahap. “Untuk lansia dan penerima yang sakit, kami siap mengantarkan bantuan langsung ke rumah melalui koordinasi dengan pendamping atau RT/RW,” ujarnya saat mendampingi Menteri Sosial Saifullah Yusuf dalam peninjauan di Kantor Pos Kebonrojo, Surabaya, Senin (29/12/2025).
Haris mengimbau penerima yang telah menerima surat pemberitahuan melalui RT/RW untuk memperhatikan jadwal pembayaran guna menghindari penumpukan. Penyaluran BLTS dilakukan melalui tiga mekanisme: pembayaran di kantor pos, penyaluran terpusat di kelurahan atau desa, dan pengantaran langsung ke rumah penerima yang membutuhkan layanan khusus.
Hingga hari ini, PT Pos Indonesia telah menyalurkan bantuan kepada sekitar 14 juta dari total 18 juta penerima di seluruh Indonesia. Di Jawa Timur, dari 593.000 penerima yang ditetapkan, sebanyak 544.000 orang (92%) telah menerima bantuan.
Khusus Kota Surabaya, jumlah penerima BLT bertambah. Alokasi awal sebanyak 70.000 penerima kini diperluas menjadi 89.000 setelah pembaruan data terbaru. “Mulai hari ini, kami mulai menyalurkan bantuan untuk 19.000 penerima tambahan,” kata Haris.
Masyarakat dapat memastikan status penerima bantuan melalui laman resmi cekbansos.kemensos.go.id.





