PortalaMadua.com— Harga perak di pasar domestik kembali menguat di awal tahun 2026. Pada Sabtu (3/1), harga perak naik sebesar Rp850 menjadi Rp45.415 per gram, menurut data resmi dari laman logammulia.com yang diakses pukul 08.33 WIB.
Kenaikan ini melanjutkan tren positif sepanjang 2025, di mana harga perak mencatatkan kenaikan tahunan terbesar dalam sejarah—lebih dari 140%—dipicu oleh permintaan kuat dari sektor industri dan minat investor global terhadap aset lindung nilai.
Pergerakan bullish perak didorong oleh optimisme pasar terhadap rebound ekonomi global serta penyesuaian indeks komoditas yang memicu lonjakan permintaan kontrak berjangka. Di level internasional, harga perak juga terpantau naik. Menurut harga-emas.org, harga perak global pada pukul 01.54 WIB berada di Rp39.106 per gram, naik Rp138 dari hari sebelumnya.
Berikut rincian harga perak Antam per Sabtu, 3 Januari 2026
– Perak batangan 1 gram: Rp45.415
– Perak batangan 250 gram:Rp11.753.750 (Rp13.046.663 setelah PPN 11%)
– Perak batangan 500 gram: Rp22.707.500 (Rp25.205.325 setelah PPN 11%)
Sementara itu, produk Perak Heritage juga mengalami penyesuaian:
– 31,1 gram: Rp1.960.200 (Rp2.175.822 setelah PPN)
– 186,6 gram: Rp10.639.730 (Rp11.810.106 setelah PPN)
Bagi masyarakat yang ingin berinvestasi dalam perak batangan, ada beberapa saluran resmi yang bisa dipilih.
Pertama, melalui PT Aneka Tambang (Antam) lewat situs logammulia.com atau butik resminya di berbagai kota. Kedua, platform e-commerce tepercays yang bekerja sama dengan distributor bersertifikat.
Ketiga, toko perhiasan bersertifikat, meski harganya bisa sedikit lebih tinggi karena mencakup margin penjual dan biaya pengolahan.
Perak dinilai sebagai alternatif investasi menarik, terutama bagi investor dengan modal terbatas. Selain likuid dan mudah dijual kembali, nilainya cenderung naik sejalan dengan inflasi dan permintaan industri, seperti sektor elektronik, energi surya, dan medis.
Dengan tren kenaikan yang konsisten, analis pasar menyarankan calon investor untuk memantau pergerakan harga secara berkala dan mempertimbangkan pembelian saat harga mengalami koreksi ringan atau saat nilai tukar Rupiah menguat





