PortalMadura.com–Babak perempat final Piala Asia U-23 AFC 2026 memasuki babak krusial malam ini, Jumat (16/1), dengan pertandingan sengit antara Timnas Vietnam U-23 dan Uni Emirat Arab (UEA) U-23. Laga yang digelar di Arab Saudi sebagai tuan rumah turnamen akan kick-off pukul 22.30 WIB dan disiarkan langsung oleh RCTI.
Meski jadwal resmi seluruh pertandingan belum sepenuhnya dirilis AFC, duel ini telah menjadi sorotan karena potensi taktis dan kontras gaya bermain kedua tim. Kemenangan dalam laga ini tidak hanya membuka jalan ke semifinal, tetapi juga mendekatkan langkah menuju kualifikasi Olimpiade Paris 2028, mengingat Piala Asia U-23 berfungsi sebagai babak kualifikasi benua Asia.
Vietnam U-23, yang dikenal dengan semangat juang tinggi dan transisi cepat, diprediksi menurunkan formasi 3-4-3 dengan skuad andalan seperti kiper Quan Van Chuan, gelandang energik Khuat Van Khang, serta duet penyerang Nguyen Quoc Viet dan Nguyen Van Tung. Tim asuhan pelatih muda ini kerap tampil sebagai “kuda hitam”, berkat disiplin defensif dan serangan balik mematikan.
Di sisi lain, UEA U-23 mengandalkan penguasaan bola, teknik individu, dan fisik prima. Mereka diprediksi menggunakan skema 4-2-3-1 dengan poros serangan pada gelandang kreatif Ali Saleh dan striker tajam Sultan Adil. Pengalaman para pemain di liga domestik yang kompetitif membuat mereka matang menghadapi tekanan turnamen besar.
Pertarungan utama diprediksi terjadi di lini tengah, di mana Khuat Van Khang dan rekan-rekannya harus mampu menghentikan aliran bola UEA yang dibangun dari belakang. Sebaliknya, UEA akan berusaha memecah pertahanan rapat Vietnam dengan pergerakan tanpa bola dan umpan-umpan terobosan dari sayap.
Faktor eksternal seperti adaptasi cuaca gurun Arab Saudi, kondisi stamina setelah fase grup, serta keputusan taktis pelatih akan sangat menentukan hasil akhir. Pertandingan ini diprediksi berlangsung ketat, dengan sedikit margin kesalahan.
Bagi penggemar sepak bola Tanah Air, laga ini bisa disaksikan secara live di RCTI mulai pukul 22.30 WIB. Kemenangan Vietnam tidak hanya akan membangkitkan euforia nasional, tetapi juga memperkuat posisi Asia Tenggara di peta sepak bola muda dunia.
Dengan mimpi Olimpiade di ujung jari, kedua tim siap bertarung habis-habisan—bukan hanya untuk menang, tapi untuk mencatat sejarah.





