portalmadura.com – Teka-teki mengenai rekrutan terbaru Persib Bandung akhirnya terjawab. Skuad berjuluk Pangeran Biru tersebut secara resmi mengumumkan kedatangan penyerang asal Argentina, Mariano Peralta, sebagai amunisi anyar mereka untuk mengarungi kompetisi musim ini.
Prosesi pengenalan sang pemain dilakukan secara unik dalam acara bertajuk ‘Bawa Jagoan Baru’ yang digelar di Saung Angklung Udjo, Kota Bandung, pada Minggu (19/7/2026) malam. Pengumuman ini sekaligus mengakhiri spekulasi transfer yang sempat berkembang di kalangan pencinta sepak bola nasional beberapa waktu terakhir.
Pemberian Sambutan Meriah Berbalut Tradisi
Acara peluncuran pemain baru ini berlangsung meriah dengan mengangkat konsep kebudayaan tradisional Jawa Barat. Manajemen Persib menyuguhkan berbagai pementasan seni, mulai dari permainan musik instrumen angklung hingga atraksi budaya lainnya yang menghibur para tamu undangan dan suporter yang hadir.
Momentum puncak terjadi di sela-sela acara ketika maskot resmi Persib, Prabu, membawa sebuah manekin yang diselimuti kain biru ke tengah area pertunjukan. Komisaris PT Persib Bandung Bermartabat (PBB), Umuh Muchtar, kemudian membuka kain penutup tersebut untuk mengungkap identitas pemain baru.
Begitu kain terlepas, tampak jersi bertuliskan nama ‘Peralta’ di bagian punggung. Kehadiran nama penyerang baru ini langsung memicu gemuruh dan teriakan antusias dari para Bobotoh yang memadati lokasi acara.
Rekrutan Ketujuh Pangeran Biru
Bergabungnya Mariano Peralta memperpanjang daftar belanja agresif Pangeran Biru di bursa transfer musim ini. Pemain yang sebelumnya sempat membela Borneo FC ini menjadi pilar asing ketujuh yang berhasil didatangkan oleh manajemen untuk memperkuat kedalaman skuad.
Sebelum meresmikan Peralta, Persib Bandung telah lebih dulu mengamankan tanda tangan enam pemain lainnya, yaitu:
- Gabriel Mutombo
- Luka Menalo
- Gakuto Notsuda
- Sandy Walsh
- Ragnar Oratmangoen
- Balsa Sekulic
Kehadiran Peralta diharapkan mampu menambah daya dobrak lini serang taktis Persib Bandung di bawah arahan tim pelatih guna meraih target tertinggi di kompetisi kasta tertinggi sepak bola Indonesia.





