PortalMadura.com– PT Lippo Karawaci Tbk (LPKR) mengumumkan pengunduran diri dua jajaran eksekutif utamanya secara bersamaan. Dalam keterbukaan informasi yang dirilis Selasa, 3 Februari 2026, Sekretaris Perusahaan LPKR Ratih Safitri menyatakan bahwa perusahaan menerima surat pengunduran diri dari Marlo Budiman sebagai Presiden Direktur dan Kartini Sjahrir sebagai Komisaris Independen pada 30 Januari 2026.
Langkah ini juga mencakup pengunduran diri Marlo Budiman dari jabatan Presiden Direktur PT Lippo Cikarang Tbk (LPCK), anak usaha Lippo Group, pada tanggal yang sama.
Meski tidak menjelaskan alasan spesifik di balik keputusan tersebut, manajemen menegaskan bahwa pergantian kepemimpinan ini tidak akan berdampak signifikan terhadap operasional maupun kondisi keuangan perseroan.
“Tidak ada dampak material terhadap kegiatan operasional, hukum, kondisi keuangan, atau kelangsungan usaha Perseroan,” ujar Ratih, merujuk pada ketentuan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) No. 33/POJK.04/2014 tentang Direksi dan Dewan Komisaris Emiten.
Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) untuk menindaklanjuti pengunduran diri tersebut akan digelar sesuai prosedur hukum yang berlaku.
Kartini Sjahrir dikenal sebagai figur publik dengan rekam jejak diplomatik dan kebijakan strategis. Ia pernah menjabat sebagai Duta Besar Indonesia untuk Argentina, Uruguay, dan Paraguay (2010–2014), serta Penasihat Senior Isu Perubahan Iklim di Kemenko Marves (2015–2019). Sejak 2020, ia juga menjabat Ketua Dewan Pengawas Universitas Sumatera Utara.
Sementara itu, Marlo Budiman merupakan profesional dengan pengalaman lebih dari 25 tahun di sektor korporat. Karier manajerialnya mencakup posisi penting di Sinarmas Group, Link Net Tbk, dan Bumiputera Investasi Indonesia. Sejak Desember 2023, ia menjabat Wakil CEO Grup Lippo Karawaci sekaligus Direktur Utama PT Lippo Malls Indonesia.
Pengunduran diri keduanya menjadi sorotan di tengah dinamika industri properti nasional yang sedang beradaptasi dengan kebijakan pemerintah, termasuk rencana konversi proyek Meikarta—salah satu aset utama Lippo—menjadi rusun subsidi.
Saham LPKR ditutup menguat 3,30% pada perdagangan Senin, 2 Februari 2026, menunjukkan respons pasar yang relatif stabil terhadap kabar tersebut. Investor kini menantikan keputusan RUPS terkait susunan direksi dan komisaris baru yang akan memimpin strategi perusahaan ke depan.





