PortalMadura.com – Bhayangkara Presisi Indonesia FC memetik kemenangan penting di laga tandang pekan ke-24 Liga 1 Indonesia 2026. The Guardians mengalahkan Dewa United FC dengan skor 2-0 di Indomilk Arena, Minggu (1/3/2026) malam. Moussa Sidibé tampil sebagai bintang lapangan dengan kontribusi satu gol dan satu assist yang menentukan jalannya pertandingan.
Kekalahan ini menghentikan tren positif Dewa United yang sebelumnya menunjukkan konsistensi performa dalam beberapa laga terakhir. Sebaliknya, Bhayangkara justru memperkuat posisi mereka di papan tengah klasemen.
Babak Pertama: Penalti Sidibé Ubah Peta Permainan
Pertandingan dibuka dengan tempo moderat. Kedua tim sama-sama menerapkan formasi 4-2-3-1 dan bermain hati-hati, terutama dalam menjaga keseimbangan lini tengah.
Momen penentu babak pertama terjadi pada menit ke-44. Wasit menunjuk titik penalti untuk Bhayangkara usai terjadi pelanggaran di area kotak terlarang Dewa United. Moussa Sidibé maju sebagai eksekutor dan sukses menaklukkan kiper Sonny Stevens. Gol 0-1 di penghujung babak pertama menjadi pukulan psikologis bagi tuan rumah.
Skor 0-1 bertahan hingga jeda istirahat, dengan Bhayangkara lebih efektif memanfaatkan peluang yang ada.
Babak Kedua: Kombinasi Mematikan Sidibé-Doumbia
Memasuki babak kedua, pelatih Dewa United, Jan Olde Riekerink, langsung melakukan perubahan taktis. Rafael Struick dan Noah Sadaoui masuk untuk menambah daya gedor serangan tuan rumah.
Namun, justru Bhayangkara yang kembali memperlebar keunggulan. Pada menit ke-59, serangan balik cepat The Guardians berbuah gol kedua. Sidibé mengirim umpan terukur yang diselesaikan dengan dingin oleh Bernard Doumbia. Skor berubah menjadi 0-2, memaksa Dewa United semakin menekan.
Dewa United merespons dengan memasukkan Ricky Kambuaya dan Stefano Lilipaly untuk meningkatkan kreativitas serangan. Namun, pertahanan Bhayangkara yang dikomandoi Moisés dan Slavko Damjanovic tampil solid dan disiplin hingga akhir laga.
Efektivitas Jadi Kunci Kemenangan
Secara penguasaan bola, Dewa United sebenarnya tidak kalah. Mereka berhasil mengontrol permainan melalui Ivar Jenner dan Alexis Messidoro di lini tengah. Namun, ketajaman di depan gawang menjadi masalah utama yang menghambat upaya tuan rumah mencetak gol.
Sebaliknya, Bhayangkara tampil sangat efisien. Dua peluang emas berhasil dikonversi menjadi dua gol. Kiper Aqil Savik juga tampil tenang di bawah mistar dan mencatatkan clean sheet penting dalam laga tandang ini.
Sidibé pun layak dinobatkan sebagai pemain terbaik pertandingan. Kontribusinya tidak hanya tercatat dalam statistik gol dan assist, tetapi juga dalam mengatur ritme serangan dan momentum kritis laga.
Dampak bagi Klasemen dan Jadwal Berikutnya
Tambahan tiga poin ini menjadi suntikan moral signifikan bagi Bhayangkara dalam persaingan ketat papan tengah Liga 1. Sementara bagi Dewa United, hasil ini menjadi evaluasi serius, terutama dalam hal efisiensi finishing dan konsentrasi di momen-momen krusial.
Ke depan, Dewa United akan segera beralih fokus ke AFC Challenge League Final Stage menghadapi Manila Digger, sebelum kembali berkompetisi di Liga 1. Adapun Bhayangkara akan menjamu Arema FC pada pekan berikutnya.
Kesimpulan
Klinis, disiplin, dan efektif—tiga kata yang tepat menggambarkan performa Bhayangkara Presisi Indonesia FC di Indomilk Arena. Dewa United memang mendominasi penguasaan bola, namun The Guardians membuktikan bahwa efektivitas dan ketepatan eksekusi adalah kunci kemenangan di level tertinggi.
Kemenangan 2-0 ini bukan sekadar tiga poin, melainkan pernyataan tegas bahwa Bhayangkara tetap menjadi kekuatan yang tidak boleh diremehkan di kompetisi Liga 1 musim ini.





