PortalMadura.com – Kabar buruk bagi konsumen yang berencana membeli perangkat komputer baru tahun ini. Analisis terbaru dari lembaga riset pasar TrendForce mengungkapkan prediksi yang mengkhawatirkan: harga laptop di tingkat konsumen diperkirakan bakal melonjak hingga 40 persen akibat krisis komponen memori (RAM) yang kian memburuk.
Kenaikan drastis ini dipicu oleh pergeseran biaya produksi yang signifikan. Jika pada awal 2025 komponen RAM dan SSD hanya menyumbang sekitar 15 persen dari total Bill of Material (BOM) atau biaya produksi, kini angka tersebut membengkak hingga 30 persen.
Dampak Dominasi AI terhadap Pasokan Komponen
Krisis ini bukan tanpa alasan. TrendForce mencatat adanya ketidakstabilan pasokan prosesor dari raksasa teknologi seperti Intel dan AMD. Hal ini terjadi karena industri semikonduktor global saat ini lebih memprioritaskan produksi chip untuk Nvidia dan pembangunan data center berbasis Artificial Intelligence (AI).
Kondisi ini membuat lini produksi untuk perangkat konsumen, seperti laptop mainstream, menjadi terabaikan. Sebagai gambaran, laptop yang saat ini dibanderol rata-rata USD 900 (sekitar Rp 14,1 juta) bisa mengalami kenaikan harga yang sangat signifikan di tangan konsumen akhir.
Intel Turut Naikkan Harga Prosesor
Penderitaan konsumen tidak berhenti di masalah RAM. Situasi kian diperparah dengan keputusan Intel yang menaikkan harga prosesor entry-level keluaran lama hingga 15 persen. Tren kenaikan ini diprediksi akan berlanjut ke lini prosesor kelas menengah dan atas pada kuartal kedua 2026.
Produsen PC besar seperti HP turut mengonfirmasi bahwa saat ini harga RAM saja sudah memengaruhi sekitar 35 persen dari total biaya produksi PC baru. Untuk menjaga margin keuntungan, produsen hampir dipastikan akan membebankan kenaikan biaya ini kepada pembeli.
Ringkasan Faktor Kenaikan Harga Laptop 2026
Berikut adalah poin-poin utama yang menyebabkan harga perangkat teknologi melonjak tahun ini:
- Krisis Memori: Kontribusi harga RAM dan SSD dalam biaya produksi naik dua kali lipat menjadi 30-35%.
- Kenaikan Harga CPU: Intel menaikkan harga prosesor hingga 15% untuk kategori tertentu.
- Prioritas Industri: Pabrikan chip lebih mendahulukan pesanan chip AI dan data center ketimbang perangkat retail.
- Inflasi Komponen: Biaya material produksi secara keseluruhan mengalami peningkatan secara global.
Melihat tren yang ada, bagi Anda yang membutuhkan laptop untuk keperluan pekerjaan atau sekolah, disarankan untuk melakukan pembelian lebih awal sebelum kenaikan harga mencapai puncaknya di pertengahan tahun ini.




