PortalMadura.com – Federasi Sepak Bola Senegal (FSF) resmi mengambil langkah hukum dengan mengajukan banding ke Pengadilan Arbitrase Olahraga (CAS), Rabu (25/3/2026). Langkah ini diambil menyusul keputusan kontroversial Konfederasi Sepak Bola Afrika (CAF) yang memberikan kemenangan *default* kepada Maroko di final Piala Afrika.
Meski status gelar juara tengah menjadi sengketa hukum, skuad “Singa Teranga” tetap menjadwalkan pesta perayaan trofi besar-besaran. Upacara penghormatan untuk Sadio Mane dan kawan-kawan ini akan berlangsung pada Sabtu, 28 Maret 2026, di Stade de France, sesaat sebelum laga persahabatan melawan Peru dimulai.
Kronologi Sengketa: Protes VAR dan Putusan CAF
Ketegangan ini bermula saat penggawa Senegal memutuskan meninggalkan lapangan sebagai bentuk protes terhadap kepemimpinan wasit. Di menit-menit akhir pertandingan, wasit memberikan penalti kepada Maroko setelah meninjau VAR atas pelanggaran Diouf terhadap Brahim Diaz.
Baca Juga:
Derby London di Stamford Bridge: Mampukah Chelsea Balikkan Keadaan Lawan Arsenal di UCL Wanita?
Aksi *walk-out* tersebut memicu reaksi keras dari CAF yang langsung memenangkan Maroko secara otomatis. Namun, Senegal bersikeras bahwa mereka adalah juara sejati di lapangan dan memilih membawa kasus ini ke level hukum internasional melalui CAS di Swiss.
“Panel arbitrase CAS telah ditunjuk untuk memutuskan kasus ini. Pemohon (Senegal) memiliki waktu 20 hari untuk mengajukan argumen hukum, diikuti 20 hari replik dari pihak tergugat,” tulis pernyataan resmi dari Pengadilan Arbitrase Olahraga terkait prosedur banding tersebut.
Pesta di Hadapan 60 Ribu Penonton
Terlepas dari ketidakpastian hukum, atmosfer kemenangan tetap menyelimuti publik Senegal. Federasi mengonfirmasi bahwa trofi yang diraih di lapangan akan tetap dipamerkan di hadapan sekitar 60 ribu penonton yang akan memadati stadion. Acara ini juga akan dimeriahkan oleh sejumlah artis undangan sebagai bentuk apresiasi atas perjuangan tim nasional mereka.
Pihak FSF menyatakan bahwa perayaan ini adalah hak para pemain yang telah berjuang di lapangan, sembari menunggu putusan final dari CAS yang diharapkan mampu mengakhiri polemik ini secara adil.
Detail Agenda Perayaan
- Kegiatan: Penyerahan Penghormatan & Pameran Trofi Piala Afrika.
- Waktu: Sabtu, 28 Maret 2026.
- Lokasi: Stade de France (Sebelum Kick-off Senegal vs Peru).
- Status Hukum: Menunggu Proses Arbitrase CAS (Tenggat waktu pengajuan berkas 20 hari).
Langkah berani Senegal ini diprediksi akan mengubah peta kebijakan regulasi kompetisi di Afrika pada masa mendatang, terutama terkait penggunaan teknologi VAR dan protokol protes tim di lapangan hijau.





