Harga Plastik Melonjak 50%! UMKM Tercekik, DPR Desak Pemerintah Segera Intervensi

Avatar of PortalMadura.com
Harga Plastik Melonjak 50%! UMKM Tercekik, DPR Desak Pemerintah Segera Intervensi
Harga Plastik Melonjak 50%! UMKM Tercekik, DPR Desak Pemerintah Segera Intervensi

PortalMadura.com – Lonjakan harga plastik yang mencapai 50 persen mulai memberikan tekanan berat bagi pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di sektor makanan dan minuman. Menanggapi kondisi tersebut, Anggota Komisi VI DPR RI, Firnando Ganinduto, mendesak pemerintah melalui Kementerian Perdagangan (Kemendag) untuk segera melakukan intervensi guna menjaga stabilitas ekonomi sektor riil.

Kenaikan harga ini dipicu oleh gangguan rantai pasok global dan fluktuasi industri petrokimia akibat memanasnya konflik di Timur Tengah. Firnando menegaskan bahwa pemerintah tidak boleh tinggal diam melihat beban produksi yang kian membengkak.

UMKM Terjepit Dilema Harga

Menurut Firnando, kenaikan harga bahan kemasan yang melonjak lebih dari dua kali lipat telah menggerus margin keuntungan pelaku usaha kecil secara signifikan. Kondisi ini menempatkan UMKM pada posisi dilematis: menaikkan harga jual dengan risiko kehilangan pelanggan, atau menanggung kerugian produksi.

“Ini bukan sekadar kenaikan harga biasa, tetapi sudah masuk kategori tekanan biaya yang serius bagi UMKM. Jika tidak segera diintervensi, dampaknya bisa meluas ke penurunan daya tahan usaha kecil dan berpotensi memicu inflasi sektor informal,” ujar Firnando dalam keterangan resminya, Senin (6/4/2026).

Ia menambahkan bahwa fenomena ini merupakan bentuk nyata dari cost-push inflation, di mana kenaikan biaya input memaksa pelaku usaha menanggung beban tambahan yang sangat rentan bagi keberlangsungan bisnis mereka.

Langkah Strategis yang Diusulkan

Untuk mengatasi krisis ini, DPR mengusulkan beberapa langkah strategis kepada pemerintah, di antaranya:

  • Pengawasan Distribusi: Memperketat pengawasan aliran bahan baku plastik di pasar domestik.
  • Penguatan Industri Dalam Negeri: Mengurangi ketergantungan pada pasokan global dengan memperkuat industri petrokimia lokal.
  • Percepatan Impor: Menjalin kerja sama langsung dengan negara produsen utama untuk memastikan ketersediaan bahan baku.

Data Lapangan: Harga Meroket Sejak Februari

Senada dengan DPR, Dewan Pengurus Pusat Ikatan Pedagang Pasar Indonesia (IKAPPI) mengonfirmasi adanya lonjakan harga yang sangat tajam di lapangan. Sekretaris Jenderal DPP IKAPPI, Reynaldi Sarijowan, mengungkapkan bahwa kenaikan terjadi secara bertahap sejak akhir Februari 2026.

“Jauh sebelum memasuki Ramadhan, harga plastik masih di kisaran Rp 10.000. Namun, setiap pekan terus merangkak naik hingga puncaknya saat ini mencapai Rp 15.000 per pak atau naik sekitar 50 persen,” jelas Reynaldi.

Dengan kondisi beban biaya yang kini sepenuhnya ditanggung pedagang, koordinasi lintas kementerian sangat diharapkan agar kebijakan yang diambil tidak hanya bersifat jangka pendek, tetapi mampu memberikan perlindungan berkelanjutan bagi ekosistem UMKM nasional.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses