Kalam  

Niat Mandi Wajib Setelah Haid dan Berhubungan Lengkap dengan Tata Caranya

Avatar of Kenzo Chandra
Niat Mandi Wajib Setelah Haid dan Berhubungan Lengkap dengan Tata Caranya
Niat Mandi Wajib Setelah Haid dan Berhubungan Lengkap dengan Tata Caranya

PORTALMADURA.COM – Memahami bacaan niat serta tata cara mandi wajib setelah haid maupun berhubungan suami istri merupakan hal penting bagi setiap muslim. Pasalnya, mandi wajib—atau sering disebut mandi junub—menjadi syarat utama untuk menyucikan diri dari hadas besar agar ibadah seperti shalat dan puasa kembali sah.

Secara bahasa, mandi wajib berarti mengalirkan air ke seluruh anggota tubuh dari ujung rambut hingga ujung kaki. Kewajiban ini memiliki landasan hukum yang kuat dalam ajaran Islam, salah satunya tertuang dalam Al-Qur’an surah Al-Ma’idah ayat 6 yang memerintahkan umat Islam untuk bersuci apabila berada dalam keadaan junub.


Lafal Niat Mandi Wajib

Niat merupakan rukun pertama dan paling krusial dalam pelaksanaan mandi wajib. Niat ini dibaca di dalam hati saat pertama kali menyiramkan air ke tubuh.

1. Niat Mandi Wajib Setelah Haid

Bagi wanita yang telah selesai dari masa haid, berikut adalah lafal niat yang dibaca:

“Nawaitul ghusla liraf’il hadatsil akbari minal haidhi fardhan lillahi ta’ala.”

Artinya: “Aku berniat mandi untuk menghilangkan hadas besar dari haid, fardu karena Allah Ta’ala.”

2. Niat Mandi Wajib Setelah Berhubungan Suami Istri (Junub)

Sedangkan untuk menyucikan diri setelah berhubungan suami istri atau keluar mani, bacaan niatnya adalah sebagai berikut:

“Nawaitul ghusla liraf’il hadatsil akbari ‘anil janabati fardhan lillahi ta’ala.”

Artinya: “Aku berniat mandi untuk menghilangkan hadas besar dari janabah, fardu karena Allah Ta’ala.”


Tata Cara Mandi Wajib Sesuai Sunnah

Agar penyucian diri sempurna, Rasulullah SAW memberikan contoh tata cara mandi wajib yang urut dan sistematis. Mengutip informasi resmi dari portalmadura.com, berikut adalah urutan tata cara mandi wajib yang benar:

  • Membaca Niat dan Mencuci Tangan: Mulailah dengan membaca niat di dalam hati, lalu cuci kedua telapak tangan sebanyak tiga kali.
  • Membersihkan Kemaluan: Bersihkan area kemaluan dan kotoran yang menempel di sekitarnya menggunakan tangan kiri.
  • Mencuci Tangan Kembali: Cuci kembali tangan kiri menggunakan sabun dan air mengalir hingga bersih.
  • Berwudhu: Lakukan wudhu secara sempurna sebagaimana wudhu sebelum menjalankan shalat.
  • Mengguyur Kepala: Menyiramkan air ke atas kepala sebanyak tiga kali hingga merata ke pangkal rambut dan kulit kepala.
  • Menyiram Seluruh Tubuh: Siram seluruh anggota badan mulai dari sisi sebelah kanan, kemudian dilanjutkan ke sisi sebelah kiri. Pastikan seluruh lipatan kulit dan area tersembunyi terkena air.

Dengan menjalankan tata cara tersebut secara tertib, seorang muslim telah kembali dalam keadaan suci dan dapat menjalankan aktivitas ibadah harian secara sah.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses