Rupiah Terperosok ke Rp17.127! Ketegangan AS-Iran dan Lonjakan Harga Minyak Jadi Pemicu Utama

Avatar of PortalMadura.com
Rupiah Terperosok ke Rp17.127! Ketegangan AS-Iran dan Lonjakan Harga Minyak Jadi Pemicu Utama
Rupiah Terperosok ke Rp17.127! Ketegangan AS-Iran dan Lonjakan Harga Minyak Jadi Pemicu Utama

PortalMadura.com – Nilai tukar Rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) dibuka melemah pada perdagangan Senin (13/4/2026) pagi. Tekanan ini muncul seiring dengan memanasnya suhu geopolitik antara AS dan Iran pasca kegagalan negosiasi bilateral kedua negara.

Melansir data Bloomberg Technoz, mata uang Garuda mengawali hari dengan koreksi 0,09 persen ke level Rp17.113 per dolar AS. Pelemahan ini terjadi di tengah penguatan indeks dolar AS yang naik 0,41 persen ke posisi 99,05 terhadap enam mata uang utama dunia.

Tekanan Terus Berlanjut di Pasar Finansial

Hanya dalam waktu singkat setelah pembukaan, tekanan terhadap rupiah semakin dalam. Nilai tukar kembali merosot hingga 0,17 persen, yang membawa rupiah ke level Rp17.127 per dolar AS. Situasi ini memicu kekhawatiran yang cukup besar bagi para pelaku pasar finansial, baik di dalam negeri maupun di tingkat global.

Selain faktor geopolitik, lonjakan harga minyak mentah dunia menjadi beban tambahan bagi mata uang di kawasan Asia. Pada pukul 08.45 WIB, harga minyak mentah jenis Brent terpantau melonjak tajam 6,86 persen menjadi US$101,73 per barel.

Mata Uang Asia Kompak Melemah

Sentimen negatif ini tidak hanya memukul rupiah, tetapi juga menyeret mayoritas mata uang di Asia ke zona merah. Berikut adalah rincian pelemahan mata uang Asia pagi ini:

  • Peso Filipina: Melemah 0,77%
  • Won Korea Selatan: Melemah 0,49%
  • Yen Jepang: Melemah 0,27%
  • Dolar Singapura & Taiwan: Melemah 0,23%
  • Ringgit Malaysia: Melemah 0,14%
  • Yuan Offshore: Melemah 0,11%
  • Yuan China: Melemah 0,08%

Ancaman Blokade Selat Hormuz

Kondisi pasar diperkirakan akan tetap tegang menyusul pengumuman militer AS mengenai rencana pemblokadean Selat Hormuz. Aksi strategis ini dijadwalkan mulai berlaku pada Senin pukul 10.00 pagi waktu New York.

Langkah pemblokadean tersebut menjadi sentimen krusial yang diwaspadai pasar, mengingat Selat Hormuz merupakan jalur vital distribusi minyak dunia. Jika ketegangan terus berlanjut, posisi rupiah diprediksi masih akan menghadapi tekanan besar dalam beberapa hari ke depan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses