IHSG Sore Ini Tancap Gas, Berhasil Rebound ke Level Psikologis 7.500

Avatar of Kenzo Chandra
IHSG Sore Ini Tancap Gas, Berhasil Rebound ke Level Psikologis 7.500
IHSG Sore Ini Tancap Gas, Berhasil Rebound ke Level Psikologis 7.500

PortalMadura.com – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berhasil bangkit dan menutup perdagangan sore ini di zona hijau. Pergerakan ini menandai aksi rebound yang signifikan setelah IHSG sempat tertahan di zona merah pada pembukaan perdagangan pagi, mengekor pelemahan mayoritas bursa saham di kawasan Asia.

Berdasarkan data yang dihimpun dari Bursa Efek Indonesia (BEI) melalui RTI pada Senin, 13 April 2026, IHSG terkerek naik 41,69 poin atau setara 0,56 persen. Penguatan ini membawa indeks mendarat tepat di level psikologis 7.500.

Statistik Perdagangan Harian

Sepanjang hari ini, pergerakan indeks tercatat cukup fluktuatif. Setelah sempat dibuka melemah di level 7.410, IHSG merosot hingga menyentuh titik terendahnya di posisi 7.351. Namun, aksi beli yang masif berhasil mendorong indeks bangkit hingga mencapai level tertinggi harian di 7.527 sebelum akhirnya melandai di posisi penutupan.

Aktivitas perdagangan hari ini tercatat sangat ramai. Total volume saham yang ditransaksikan mencapai 42,514 miliar lembar saham, dengan nilai transaksi menembus Rp20,451 triliun. Frekuensi perdagangan tercatat sebanyak 2.561.063 kali transaksi.

Dari sisi pergerakan harga, dominasi berada di tangan saham-saham yang menguat. Tercatat sebanyak 397 saham bergerak menguat, sedangkan 264 saham mengalami pelemahan, dan 156 saham lainnya stagnan atau tidak mengalami perubahan harga.

Berkat penguatan ini, kapitalisasi pasar di Bursa Efek Indonesia kini tercatat berada di angka Rp13,364 triliun.

Analisis dan Faktor Penopang

Tim Riset Lotus Andalan Sekuritas dalam kajiannya menilai bahwa penguatan terbatas Ihsg hari ini utamanya ditopang oleh resiliensi permintaan domestik. Kekuatan ekonomi dalam negeri ini mampu menjadi penyeimbang di tengah tekanan yang datang dari sentimen eksternal.

Pelaku pasar saat ini tengah dalam posisi menanti rilis data makroekonomi domestik penting dari Bank Indonesia (BI). Data-data tersebut antara lain:

  • Survei Penjualan Eceran
  • Statistik Utang Luar Negeri (ULN)
  • Prompt Manufacturing Index (PMI) Bank Indonesia (BI)
  • Survei Kegiatan Dunia Usaha (SKDU)

Analis menekankan bahwa data konsumsi pasca-Ramadan akan menjadi kunci untuk mengukur keberlanjutan daya beli masyarakat. Di sisi lain, stabilitas data Utang Luar Negeri (ULN) akan menjadi indikator krusial bagi persepsi risiko eksternal dan arah arus modal (cash flow) ke pasar modal Indonesia ke depan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses