PortalMadura.com – Nilai tukar Rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) terpantau masih menunjukkan tren pelemahan pada perdagangan Selasa (21/4/2026). Pergerakan mata uang Garuda hari ini diprediksi akan berada dalam rentang tekanan yang cukup dinamis.
Berdasarkan pantauan pasar uang, nilai tukar rupiah pada pagi ini dibuka bergerak di kisaran Rp17.100 hingga Rp17.200 per dolar AS. Pengamat pasar uang memperkirakan rupiah berpotensi ditutup melemah tipis pada sore nanti seiring dengan penantian pasar terhadap hasil Rapat Dewan Gubernur (RDG) Bank Indonesia.
Analisis Pergerakan Rupiah Hari Ini
Kondisi global, termasuk ketidakpastian geopolitik dan kebijakan suku bunga di Amerika Serikat, masih menjadi faktor utama yang membayangi penguatan rupiah. Meski sempat menunjukkan perlawanan tipis, tekanan eksternal membuat investor cenderung lebih memilih aset aman atau safe haven.
Ibrahim, salah satu analis pasar uang, memproyeksikan bahwa pada penutupan perdagangan hari ini, rupiah mungkin akan tertahan di rentang Rp17.160 – Rp17.200 per dolar AS. Sementara itu, sentimen domestik dari dalam negeri diharapkan mampu menjadi penopang agar pelemahan tidak terjadi terlalu dalam.
Data Kurs Mata Uang Asing Lainnya
Selain terhadap dolar AS, berikut adalah estimasi nilai tukar rupiah terhadap beberapa mata uang asing utama lainnya pada Selasa, 21 April 2026:
- Dolar Singapura (SGD): Rp12.850 – Rp13.000
- Euro (EUR): Rp18.450 – Rp18.600
- Yen Jepang (JPY): Rp112 – Rp115
- Ringgit Malaysia (MYR): Rp3.600 – Rp3.750
Pelaku pasar kini tengah mencermati langkah-langkah strategis yang akan diambil oleh Bank Indonesia untuk menjaga stabilitas nilai tukar di tengah volatilitas pasar global yang masih tinggi.




