PortalMadura.com – Harga Bitcoin (BTC) mencatatkan lonjakan signifikan hingga menyentuh level tertinggi dalam 11 pekan terakhir pada perdagangan Rabu (22/4/2026). Penguatan aset kripto nomor satu di dunia ini terjadi sesaat setelah ketegangan geopolitik global mulai mereda.
Melansir data dari Bloombergtechnoz, Bitcoin terpantau melesat 3,6 persen dan sempat menembus angka psikologis US$78.400. Tren positif ini dipicu oleh pengumuman Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, mengenai perpanjangan gencatan senjata dengan Iran, yang memberikan napas lega bagi pasar keuangan global.
Sentimen Global dan Kepercayaan Investor
Hingga pukul 06.40 waktu London, Bitcoin stabil diperdagangkan di kisaran US$78.000. Tidak hanya Bitcoin, aset digital lainnya seperti Ether (ETH) juga ikut terdongkrak dengan kenaikan mencapai 3,8 persen. Penguatan ini berjalan beriringan dengan gairah di pasar ekuitas AS, di mana Indeks S&P 500 naik lebih dari 0,5 persen.
Direktur Senior pembuat pasar Wincent, Paul Howard, menyebutkan bahwa pergerakan Bitcoin saat ini memang sangat bergantung pada kondisi makroekonomi dan geopolitik global.
“Tanpa adanya rangsangan eksternal baru, para trader kemungkinan besar akan menjadikan level US$72.000 sebagai zona dukungan teknis utama (support),” ujar Howard.
Ia juga memproyeksikan bahwa kenaikan Bitcoin mungkin akan menemui hambatan atau aksi ambil untung (profit taking) di sekitar level resisten US$79.000.
Bitcoin Lampaui Performa Emas
Salah satu poin menarik dalam reli kali ini adalah ketahanan pasar kripto dibandingkan aset safe haven tradisional. Sejak akhir Februari 2026, Bitcoin tercatat memiliki kinerja yang jauh lebih baik daripada emas.
Data pasar menunjukkan nilai Bitcoin telah terapresiasi lebih dari 15 persen sejak 27 Februari. Di periode yang sama, Harga emas justru terkoreksi sekitar 10 persen. Hal ini memperkuat posisi Bitcoin sebagai pilihan diversifikasi aset di tengah ketidakpastian.
Arus Modal ETF Bitcoin Spot Terus Mengalir
Optimisme pasar juga tercermin dari derasnya arus modal yang masuk ke instrumen ETF Bitcoin Spot di bursa Amerika Serikat. Sebanyak 13 produk ETF mencatatkan arus masuk bersih (net inflow) lebih dari US$250 juta hanya dalam pekan ini.
Caroline Mauron, salah satu pendiri Orbit Markets, menilai posisi harga saat ini merupakan fondasi yang kokoh untuk reli jangka panjang.
“Level US$75.000 kini menjadi dukungan yang kuat. Jika Bitcoin mampu menembus angka US$80.000 secara konsisten, maka potensi kenaikan lebih lanjut yang signifikan akan terbuka lebar bagi pasar kripto secara keseluruhan,” pungkas Mauron.




