PortalMadura.com – Nilai tukar Rupiah terhadap dollar Amerika Serikat (AS) diprediksi masih akan mengalami tekanan pada perdagangan Jumat (24/4/2026). Sentimen negatif dari ketegangan geopolitik di Timur Tengah serta ketidakpastian kebijakan bank sentral AS menjadi faktor utama yang membebani mata uang Garuda.
Pada penutupan perdagangan Kamis sore, rupiah tercatat melemah 105 poin atau sekitar 0,61 persen ke level Rp17.286 per dollar AS. Pengamat pasar uang memperkirakan tren pelemahan ini masih akan berlanjut di penghujung pekan.
Faktor Eksternal Jadi “Biang Kerok” Pelemahan
Analis mata uang dan komoditas, Ibrahim Assuaibi, mengungkapkan bahwa kondisi eksternal sangat tidak menguntungkan bagi mata uang negara berkembang, termasuk Indonesia. Salah satu pemicu utama adalah memanasnya kembali situasi di Timur Tengah.
“Kemungkinan besar rupiah akan diperdagangkan melemah di rentang Rp17.280 sampai Rp17.340 pada hari ini,” ujar Ibrahim dalam keterangannya di Jakarta.
Ketegangan meningkat menyusul tindakan Amerika Serikat yang menangkap kapal tanker Iran di Selat Hormuz. Langkah tersebut memicu reaksi keras dari Teheran dan dianggap melanggar kesepakatan gencatan senjata. Di sisi lain, upaya diplomasi di Pakistan juga menemui jalan buntu setelah delegasi Iran dilaporkan tidak hadir dalam perundingan tersebut.
Spekulasi Suku Bunga AS Ikut Menekan
Selain faktor keamanan global, pelaku pasar juga tengah menyoroti perkembangan internal di Amerika Serikat terkait rencana pergantian pimpinan bank sentral (The Fed). Munculnya kandidat yang dinilai memiliki kecenderungan untuk mempertahankan suku bunga tinggi (hawkish) membuat investor lebih memilih memegang dollar AS.
Kondisi ini menyebabkan aliran modal keluar dari pasar keuangan negara berkembang, sehingga tekanan terhadap rupiah kian nyata. Para pelaku usaha dan masyarakat diimbau untuk terus memantau fluktuasi kurs ini, terutama bagi mereka yang memiliki ketergantungan pada transaksi mata uang asing.
Tim redaksi portalmadura.com akan terus memperbarui informasi terkait perkembangan ekonomi dan nilai tukar terkini untuk Anda.







