PortalMadura.com – Nilai tukar Rupiah terhadap dollar Amerika Serikat (AS) diprediksi akan melanjutkan tren positif pada perdagangan hari ini, Jumat (8/5/2026). Pergerakan mata uang Garuda ini dipengaruhi oleh meredanya tensi geopolitik di Timur Tengah yang memberikan angin segar bagi pasar keuangan global.
Rupiah Menguat Tipis di Level Rp17.333
Berdasarkan data penutupan pasar spot pada Kamis sore (7/5/2026), rupiah berhasil ditutup menguat sebesar 0,31 persen atau berada di level Rp17.333 per dollar AS. Penguatan ini menunjukkan resiliensi rupiah setelah sebelumnya sempat tertekan di kisaran Rp17.400.
Analis Mata Uang dan Komoditas, Ibrahim Assuaibi, menjelaskan bahwa dorongan utama penguatan rupiah berasal dari munculnya harapan baru terkait proses perdamaian antara Amerika Serikat dan Iran. Sentimen ini memicu kepercayaan investor terhadap aset-aset di negara berkembang (emerging markets).
Baca Juga:
“Optimisme atas kemungkinan berakhirnya konflik di Timur Tengah menjadi katalis positif bagi rupiah. Meski sempat tertahan oleh pernyataan Presiden AS terkait waktu pembicaraan tatap muka, pasar tetap merespons dengan akumulasi beli pada mata uang emerging market,” ujar Ibrahim.
Faktor Penentu Pergerakan Hari Ini
Beberapa poin penting yang diprediksi akan mempengaruhi kurs rupiah sepanjang hari ini antara lain:
- Sentimen Geopolitik: Perkembangan terbaru mengenai dialog diplomatik di Timur Tengah tetap menjadi fokus utama pelaku pasar.
- Data Ekonomi Domestik: Pertumbuhan ekonomi Indonesia yang stabil di angka 5,61 persen memberikan fondasi fundamental yang kuat bagi mata uang lokal.
- Kebijakan The Fed: Investor masih mencermati langkah bank sentral AS dalam mengatur suku bunga yang berdampak langsung pada indeks dollar.
Secara teknikal, rupiah hari ini diperkirakan akan bergerak fluktuatif namun cenderung menguat di rentang harga yang kompetitif. Para pelaku usaha dan masyarakat dihimbau untuk tetap memantau pergerakan harga secara berkala mengingat volatilitas pasar global yang masih cukup dinamis.
Dapatkan pembaruan terkini mengenai kondisi ekonomi dan perbankan hanya di portalmadura.com.






