Rupiah Hari Ini Terperosok ke Rp 17.352, Terimbas Damai Semu AS-Iran?

Avatar of PortalMadura.com
Rupiah Hari Ini Terperosok ke Rp 17.352, Terimbas Damai Semu AS-Iran?
Rupiah Hari Ini Terperosok ke Rp 17.352, Terimbas Damai Semu AS-Iran?

JAKARTA, PortalMadura.com – Nilai tukar Rupiah kembali menunjukkan tren negatif pada perdagangan akhir pekan. Setelah sempat menguat tajam kemarin, mata uang Garuda pagi ini terpaksa menyerah di hadapan dolar Amerika Serikat (AS) yang tengah perkasa di pasar global.

Berdasarkan data Bloomberg pada Jumat (8/5/2026) pukul 09.05 WIB, rupiah di pasar spot dibuka melemah 19 poin atau sekitar 0,11 persen ke level Rp 17.352 per dolar AS. Posisi ini berbanding terbalik dengan penutupan perdagangan Kamis (7/5) yang sempat parkir di level Rp 17.333 per dolar AS.

Dominasi Dolar AS di Tengah Isu Geopolitik

Melansir laporan CNBC International, pelemahan rupiah sejalan dengan indeks dolar AS yang menguat 0,16 persen ke level 98.223. Penguatan The Greenback dipicu oleh sikap optimistis investor terhadap kabar de-eskalasi konflik di Timur Tengah.

Sejumlah sumber menyebutkan bahwa Amerika Serikat dan Iran tengah menjajaki kesepakatan terbatas untuk menghentikan kontak senjata. Harapan akan perdamaian sementara ini justru memicu aliran modal kembali ke aset-aset berbasis dolar AS, sehingga menekan mata uang negara berkembang, termasuk Indonesia.

“Kondisi pasar saat ini masih cenderung tegang dan fluktuatif,” ujar Marc Chandler, Kepala Strategi Pasar di Bannockburn Forex, menanggapi dinamika nilai tukar global.

Nasib Mata Uang Global Lainnya

Tidak hanya rupiah, mayoritas mata uang utama dunia juga mengalami tekanan. Yen Jepang terpantau melemah 0,3 persen ke level 156,79 per dolar AS. Hal ini terjadi meski otoritas moneter Jepang dilaporkan telah menggelontorkan dana sebesar 5,01 triliun yen untuk melakukan intervensi pasar guna menahan kejatuhan mata uang mereka.

Sementara itu, Poundsterling Inggris terkoreksi 0,1 persen ke level US$ 1,35785. Di sisi lain, Euro cenderung bergerak stagnan di posisi US$ 1,1748 setelah sempat mencatatkan kenaikan tipis pada perdagangan sebelumnya.

Meski tekanan eksternal cukup kuat, Bank Indonesia (BI) dipastikan terus memantau pergerakan pasar untuk memastikan mekanisme pasar berjalan dengan baik dan volatilitas rupiah tetap terjaga di tengah ketidakpastian global ini.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses